Ironi Permainan Pikiran #10 Memiliki Pacar


Tahun 2015, Rumput memiliki pacar baru, demikian juga dengan saya. Gunung, adalah pacar pertama saya. Saya sudah lama mengenalnya, dulu dia kakak pendamping kelompok agama saya semasa kuliah. Saya bertemu dengan Gunung lagi ketika kami mengerjakan proyek bisnis bersama. Hubungan dengan Gunung berjalan dengan aneh, saya tidak tahu perasaan apa yang saya miliki terhadapnya, rasanya waktu itu hanya penasaran saja. Beberapa bulan jalan bareng, perasaan yang ada tumbuh dengan sangat pelan, rasanya terlalu dipaksa, saya tidak pernah bisa percaya kalau dia benar-benar serius dengan saya. Gunung, seorang playboy yang pernah tidur dengan lebih dari 10 wanita dalam sehari, saya tidak mengerti bagaimana dapat mempercayainya. Di lain pihak, saat bersama dengan Gunung terasa menyenangkan, ada teman berbagi pikiran, terutama masalah bisnis. Yang selalu saya khawatirkan adalah 1 hal, di posisi apa saya sebenarnya menginginkan Gunung, sebagai teman berbagi, atau sebagai pacar? Saya juga tidak mau berlaku tidak adil pada Gunung, apabila ternyata saya hanya menganggap dia sebagai pelarian, karena saya kehilangan Rumput.

Saya pernah bertanya pada Gunung, kenapa dia suka saya? Saya tidak cantik, tidak menarik, tidak punya penampilan yang seksi….rasanya gak ada alasan kenapa seorang pria bisa tertarik pada saya. Saya anggap Gunung tertarik pada saya hanya sekadar untuk menikmati seks, karena dia penasaran, karena dia seorang playboy. Kalau kata Gunung, dia tertarik pada saya karena saya dapat mengerti dia, karena dia seperti melihat sosok dirinya sendiri ketika melihat saya, hanya bedanya saya versi perempuannya, dia versi laki2 nya.
Maret 2015, saya berlibur bersama beberapa teman di Surabaya selama 1 minggu, sebelum pergi hubungan saya baik2 saja dengan Gunung. Sebenarnya saya sekalian ingin menggunakan liburan itu untuk kesempatan berpikir, apakah saya ingin melanjutkan hubungan dengan Gunung? Selama liburan terasa sangat menyenangkan, rasanya dekat sekali dengan Tuhan lewat keindahan alam, lewat keramahan orang-orang sekitar, lewat kerinduan saya pada Gunung. Di akhir liburan, saya memutuskan untuk menjalani hubungan saya dengan Gunung secara serius, mempercayainya secara total. Di hari itu juga, Gunung mengatakan dia jadian kembali dengan mantannya dulu, wanita yang dari dulu masih dicintainya. Malam itu saya kembali ke Jakarta naik kereta, berpikir saya benci sekali kota ini, kota dimana saya ditinggalkan dan dibuang oleh semua orang yang saya sayang, Rumput dan Gunung. Sekarang kalau dipikir2 ironis sekali! Ingat ketika di Bogor saya selalu mengusahakan untuk pulang ke Jakarta? Ingat ketika di Eropa saya tidak peduli dengan pengalaman hidup di Eropa dan lebih memilih untuk pulang ke Jakarta? Dan sekarang apa, saya bilang saya BENCI Jakarta? Hahahahahaha……

Di titik ini, saya sadar saya sudah tidak tahu apa tujuan hidup saya selama kurang lebih 4 tahun. Dulu saya selalu tahu apa yang saya mau, kearah mana saya berjalan…Walaupun terdengar aneh, hidup saya selalu bisa ditarik benang merahnya. Sekarang apa? Luntang lantung, bisnis tidak diurus dengan maksimal, masa depan tidak jelas. Baru 1 bulan kemarin ini saya memutuskan untuk kabur lagi dari Jakarta, pergi ke Halmahera. Saya berusaha mencari tujuan hidup, katanya tujuan hidup manusia seharusnya membantu manusia lainnya, jadi saya pergi ke Timur Indonesia. Kalau ditanya kenapa ke Halmahera, jawaban formal saya untuk membantu masyarakat Halmahera dengan pengembangan potensi daerah, jawaban saya kepada diri saya sendiri, untuk kabur dari Jakarta, kabur dari Gunung, kabur dari Rumput, syukur2 dapat jawaban dan kedamaian di Halmahera.

Bersambung…..

Pengelana (siapapun itu)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: