Terimakasih Saya … #1 My Life, Career and Employee Faith


Saya bekerja juga sudah tidak pakai hati lagi. Segalanya menjadi gak jelas, tidak bekerja. Tidak menghasilkan sesuatu. Saya tidak suka suasana hati seperti ini. Saya selalu mengingat-ingat kalau saya baik, saya pintar, saya cantik. Saya diminta ingat itu saja. Walau itu susah dilaksanakan. Susah untuk dipercaya. Kenapa ya hal positif gitu kok malah susah dipercaya oleh diri sendiri. Belajar mempercayai orang lain, sampai memang terjadi dan terlihat bahwa orang itu sudah tak dapat dipercaya lagi.

Saya stress, ya saya stress.

Saya akui itu. Dalam keadaan ini saya sudah tidak tahu saya mesti bagaimana. Saya mencoba tenang dan menulis ini. Saya harus bekerja, karena saya sudah duduk di depan meja kantor dengan laptop terbuka. Itu berarti saya harus cek email, cek pekerjaan yang harus dilakukan hari ini. Ok ada beberapa lembar pekerjaan yang harus dikerjakan. Saya harus review, saya harus lihat dan perhatikan lalu memberi feedback. Saya juga ada pekerjaan mengerjakan report. Report traking consumer analyst dari sebuah tool online untuk mendengar semua conversation berkaitan dengan keyword perusahaan. Apakah bad things, good things, dll. Duduk, memperhatikan pekerjaan, tiba-tiba saya stuck. Saya tidak mampu mengerjakannya. Otak membekukan. Saya bilang, “Saya tidak mau mengerjakannya” mungkin karena kata-kata inilah maka saya berhenti melakukan pekerjaan saya. Saya hanya memperhatikan laptop, doing nothing dan hanya lihat-lihat saja tanpa berpikir. Saya bosan dengan pekerjaan ini, saya tidak suka, saya tidak ingin melakukannya, saya benci pekerjaan saya. Itu yang ada di otak ini, itu yang membuat saya tidak bisa maju dan mengerjakan semua dengan segenap hati. Menulis dan membaca tulisan ini saja saya muak, karena isinya hanya keluhan dan keluhan. Wajar orang akan menilai kalau saya hanya bisa complaint terhadap kehidupan ini. Orang sudah dikasih enak, gaji lumayan, kecerdasan dari Tuhan, kok bisa-bisanya kamu mengeluh akan hidup ini. Mengeluh pekerjaanmu.

Apa yang membuat kamu tidak bisa?

Apa yang membuat kamu stuck?

Kenapa kamu tidak bersyukur?

Saya baru tahu yang namanya bersyukur itu ternyata sulit. Tak semudah yang saya bisa pikirkan. Bersyukur dari hati itu sulit. Bahkan dalam keadaan paling beruntung sekalipun. Misalnya saja, saya dalam keadaan baik-baik saja. Pekerjaan normal, tidak banyak, tidak sedikit sekali. Sedang. Semua bisa dikerjakan. Bos baik. Gaji ok. Bekerja di perusahaan bonafit.

Apa lagi yang kamu cari?

Apa lagi yang kamu inginkan?

Kamu telah memiliki apa yang ingin dimiliki orang lain, tapi kenapa kamu tidak bahagia?

Ok mulai dengan tidak bahagia. Ketika saya tidak bersyukur atas apa yang saya miliki. Atas kesehatan saya, atas pekerjaan yang saya punya sementara mungkin banyak orang yang ingin bekerja, punya gaji yang lumayan untuk kehidupannya, punya jabatan. Pada saat itu ada orang yang mengeluh karena mempunyai semua itu. Why? Kenapa tidak kau lemparkan saja apa yang kau punya kepada orang yang mungkin akan senang dan mensyukuri semua itu. Ketika dia mendapatkannya dia mungkin akan bahagia 10x lipat dari apa yang kamu rasakan sekarang. Berikanlah anugerah ini pada orang lain?

Bersyukur, bahagia, berbagi.

Ok 3 kata ini menjadi lekat pada tulisan saya saat ini. Ketika saya mensyukuri apa yang saya punya, saya bahagia, saya bisa berbagi. Dimulai dari bersyukur kepada pagi hari. Bersyukur pada matahari yang bersinar. Tersenyum pada diri sendiri. Katakan kamu hari ini pasti bahagia. Katakan terimakasih pada diri sendiri, pada mata, hidung, mulut dan organ-organ dalam yang masih berfungsi, masih bagus, masih bisa berjalan sebagaimana mestinya. Darah masih mengalir, jantung masih memompa, ginjal masih bekerja, semuanya. Semuanya katakan terimakasih atas kesehatanmu. Berterimakasih bisa makan pagi hari, berterimakasih atas makanan yang dimakan hari ini, berterimakasih atas pekerjaan yang diberikan. Berterimakasih kaki masih berjalan untuk menempuh perjalanan, mata masih bisa melihat, tangan masih bisa bekerja.

Terimakasih Saya…

 

Monday, November 09, 2015

SJU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: