Berjalan Bersama Menuju Masa Depan yang Baru


Pekan lalu, New York menyaksikan salah satu peristiwa yang paling penting dari dekade ini. Lebih dari 200 pemimpin dunia datang bersama-sama untuk menyambut agenda pembangunan baru bagi dunia. Berlabel Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), 17 tujuan ini telah memetakan untuk menciptakan dunia yang lebih baik dalam 15 tahun ke depan di bawah pelayanan PBB.

Sesuai laporan pada agenda pembangunan sebelumnya, kita mampu mengurangi separuh jumlah orang yang hidup dalam kemiskinan ekstrim dan jumlah anak-anak putus sekolah di usia sekolah dasar, kesemuanya ini merupakan prestasi besar. Namun, dunia masih memiliki 168 juta pekerja anak, 58 juta anak-anak putus sekolah, dan 15 juta anak perempuan menikah di bawah 15 tahun setiap tahun. Lebih mengenaskan lagi, 5,5 juta anak-anak terjebak dalam perbudakan, sebagai tenaga kerja berikat atau budak seks atau ratusan cara tidak manusiawi lainnya. Bahkan saat ini, ada jutaan anak-anak yang dijual dan dibawa seperti binatang, bahkan kadang-kadang dijual dengan harga kurang dari sebungkus rokok. Meskipun kemajuan, jumlah budak anak tetap konstan dalam dua dekade terakhir.

Bukankah ini menjadi noda pada wajah kemanusiaan bahwa perbudakan masih ada dalam bentuk yang paling kejam di zaman modern ini?

Jika pekerja anak, perbudakan, perdagangan, dan kekerasan terhadap anak terus berlangsung, kita akan gagal untuk mencapai tujuan manapun dari tujuan tujuan itu.

Sebuah ekonomi kemasyarakatan berkelanjutan, tidak pernah dapat dibangun atas dasar perbudakan. Peradaban dapat memiliki masa depan yang sejahtera hanya ketika anak-anaknya aman, berpendidikan dan sehat.
Untunglah, SDGs menyadari hal ini.
Organisasi saya Global March, bersama dengan para mitra, mempelopori gerakan di seluruh dunia untuk membawa Perbudakan Anak agar dinyatakan dalam formulator agenda global. Sebagai bagian dari gerakan ini, kami menjalankan kampanye dengan mengumpulkan 550.000 tanda tangan pada petisi untuk memuat perlawanan terhadap perbudakan di SDGs. Melalui kontribusi yang tak ternilai sesama aktivis, para pekerja, pendidik, dan pebisnis, kampanye menjadi sukses besar. Akhirnya, target untuk mengakhiri pekerja anak, kerja paksa, perbudakan modern dan perdagangan manusia termasuk dalam UN SDGs.
Tujuan-tujuannya telah dinyatakan dengan tegas, sekarang saatnya memulai bekerja. Kami telah bersama-sama dibingkai kemauan untuk masa depan yang lebih baik. Yang penting ada kemauan dalam kata-kata, bukan sekedar kata-kata manis belaka.

Sesuai Mandat SDGs Summit PBB pekan lalu di New York, saya, atas nama anak-anak yang paling terpinggirkan, menuntut tindakan, bukan janji.

Untuk mencapai SDGs, ada 4 C yang harus ditindaklanjuti segera

Pertama – (Children) Anak-anak: Pemerintah harus memprioritaskan SDGs terkait anak dalam undang-undang dan perencanaan nasional.

Kedua – (Collaboration) Kolaborasi: Masyarakat sipil, Kaum Agamawan Organisasi, Pemerintah dan para pengusaha harus membangun kemitraan yang tulus dan inovatif untuk mengakhiri kekerasan terhadap anak.

Ketiga – (Compassionate intelligence) Kecerdasan yang Penuh Kasih : Sektor swasta harus memikul tanggung jawab untuk anak-anak di dunia dan menjalankan bisnis dengan kasih sayang.

Keempat dan yang paling penting – (Changemakers) Pelopor : Saya mengajak anak dan remaja – hampir 40% dari populasi dunia – untuk mengubah diri menjadi Pemimpin dan Pelopor.

Jika kita gagal untuk memanfaatkan dan menyalurkan semangat pemuda, energi mereka akan berubah menjadi frustrasi, intoleransi dan kekerasan. Kita harus mengakui bahwa mereka adalah bagian dari solusi dan bukan masalah.

Jangan lupa bahwa sejarah dibuat oleh orang-orang yang melompat ke dalam ring, tidak peduli apakah mereka menang atau kalah, dan bukan oleh orang-orang yang berdiri di pagar.

Masa depan adalah milik anak-anak kita. Yayasan Kailash Satyarthi Anak berdiri dengan tekad kuat untuk membangun fondasi dunia yang ramah anak.

 

Terjemahan bebas dari :
Walking together into a new future
Oct 6, 2015
Written by : Kailash Satyarthi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: