3 Kunci untuk Menemukan Tujuan Hidupmu


Apa tujuan hidupmu?
Menemukan tujuan hidup adalah salah satu tugas terbesar yang dimiliki oleh hampir semua orang dalam hidup mereka, namun juga menjadi satu tugas yang sering tidak terpenuhi. Sayangnya, tidak ada satu jawaban sederhana untuk pertanyaan “Bagaimana saya menemukan tujuan hidup saya”, tapi justru lebih mudah menemukan jawabannya daripada yang Anda bayangkan. Jadi, bila Anda bertanya-tanya “Apa tujuan hidup saya?”,

berikut 3 kunci untuk membantu Anda:

1. Apakah Anda sedang melakukan apa yang Anda sukai?
Terkadang menemukan tujuan hidup sesederhana memutuskan untuk melakukan apa yang Anda sukai dalam hidup dan menjadikannya pekerjaan Anda. Tidak ada seorang pun yang akan merasa mereka tidak sedang menjalani tujuan hidupnya bila mereka mencintai pekerjaan yang mereka lakukan setiap hari. Kata kuncinya adalah CINTA. Bila Anda MENCINTAI apa yang Anda kerjakan atau bila Anda memiliki hobi yang Anda CINTAI lalu merubahnya menjadi suatu pekerjaan, mulailah sekarang untuk menemukan tujuan hidup sebenarnya. Ikuti passion Anda dan lakukan apa yang benar-benar Anda inginkan dalam hidup.

2. Bagaimana bila saya takut untuk berubah?
Mencoba mencari tujuan hidup sering menjadi menakutkan, terutama ketika Anda menyadari berapa banyak hal yang Anda harus lakukan untuk berkembang dan berubah sesuai “ ritme tujuan hidup”.
Keluar dari zona nyaman (melakukan atau menjadi sesuatu yang Anda tidak inginkan) dapat membuat Anda merasa tidak nyaman juga. Namun bila Anda ingin mencari dan menemukan tujuan hidup, Anda harus memulai bergerak maju dan melepaskan ketakutan Anda. Salah satu alasan utama mengapa orang cenderung sulit menemukan tujuan hidup mereka adalah karena mereka tidak ingin keluar dari suatu keyakinan, menuju daerah yang tidak dikenal dan mengambil resiko untuk melakukan apa yang benar-benar mereka inginkan. Ini mungkin dikarenakan alasan ekonomi (saya tidak bisa berhenti dari pekerjaan karena gajinya menarik, meskipun saya membencinya) atau karena keluarga atau tekanan lingkungan (ayah saya selalu menginginkan saya menjadi seorang pengacara, dokter, dsb), meskipun hati kecil Anda berkata bahwa ini bukanlah sesuatu yang Anda inginkan.
Lakukan saja ! Anda dapat melewati rintangan tersebut apabila Anda benar-benar menginginkan tujuan dan hidup baru.

3. Bisakah saya menemukan sendiri tujuan hidup saya?
Bila Anda tersesat di suatu Negara asing (atau kota kecil), apakah akan lebih mudah bagi Anda untuk menemukan jalan pulang sendiri atau menanyakan arah yang benar pada seseorang? Keputusan manakah yang lebih masuk akal? Bila Anda tidak tahu kemana Anda harus menuju, bukankah akan lebih mudah bila meminta seseorang yang kenal dengan lingkungan tersebut untuk menunjukkan jalan? Hal yang sama berlaku untuk menemukan tujuan hidup. Banyak bantuan di luar sana yang dapat membawa Anda selangkah lebih dekat kepada kebahagiaan abadi, namun acapkali, naluri Anda, dan perasaan Anda tentang kebahagiaan dan kepuasan ketika Anda memimpikan atau bercerita tentang tujuan hidup baru Anda, mungkin pekerjaan atau hobi, justru akan membawa Anda kepada jawaban yang dicari.
Bila Anda memeluk suatu keyakinan, Anda dapat mengikuti petunjuk dari Alkitab, “Mintalah maka akan diberi, carilah makan akan kau temukan” dan tunggulah jawaban dari yang di atas.
Bila Anda saat ini berusia paruh baya dan mencari jawaban, atau baru saja melakukan perubahan karier, Anda memiliki pilihan untuk mencari tujuan hidup Anda sendiri atau meminta seseorang membantu Anda. Mencari orang lain untuk membantu terkadang cukup mahal namun Anda juga bisa mendapatkan bantuan GRATIS, dari seseorang yang Anda yakini menjalani hidupnya dengan penuh makna. Mintalah mereka untuk membantu Anda menemukan tujuan hidup Anda.

Jadi begitulah caranya Anda dapat menemukan tujuan hidup. Apakah hidup Anda belum maksimal? Apakah Anda terinspirasi (atau bahkan putus asa) untuk membuat suatu perubahan? Ingatlah kutipan di bawah ini dan mulailah sekarang!

“Hidup adalah sebuah pesta jamuan makan. Yang menjadi tragedi adalah kebanyakan orang mati kelaparan”. — Anthony de Mello

Penulis,
D. Harold Greene, CCMT

diterjemahkan bebas oleh Felicia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: