Semakin terluka, semakin kecil


Waktu Berjalan Cepat atau Kita Berjalan Lambat?

Semalam aku mimpi sedang bertengkar dengan kekasihku. Ini bukan yang sesungguhnya karena yang sesungguhnya aku belum punya kekasih. Tampang dan bentuk kekasihku ini aneh sekali. Dia bagaikan manusia kurcaci yang kecil. Kalau kurcaci masih mending kecil dan pendek, tinggi badannya sependek minion yang kecil sekali. Mungkin lebih tepatnya kalau digambarkan seperti miniature. Entah apa yang kami tengkarkan. Yang masih teringat jelas adalah dia mau pergi ke rumah orang lain entah siapa itu dan bilang kalau dia mau selingkuh.
Aku marah-marah dan tidak terima. Kecewa dan sakit hati rasanya. “Kok tega sih kamu memperlakukan aku kayak gitu. Kamu nyakitin aku terus”. Begitulah kata-kataku. Dia tetap pada pendiriannya mau pergi ke wanita lain. Dia berlari ngibrit di depanku, seperti tidak ingin lama-lama di dekatku. Aku kesal dan menangis.

Saat itu ada seorang kakek tua menghampiriku, “Nak..kamu tahu gak kenapa badan cowomu bisa sekecil itu? Kamu tidak merasa aneh?” Aku mengiyakan kalau ini…

View original post 122 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: