Kisah Petani dan Putrinya #Goresanku 109


Alkisah, bertahun-tahun silam di sebuah desa kecil tinggallah seorang petani yang memiliki utang sangat banyak kepada seorang lintah darat di desa itu. Si Lintah Darat itu, yang berhati culas, sangat menyukai Putri Sang Petani yang cantik. Jadilah, Si Lintah Darat mengajukan suatu perjanjian. Katanya ia akan menghapus seluruh utang Sang Petani jika Si Lintah Darat itu bisa menikahi putrinya. Sang Petani maupun putrinya sangat terkejut begitu mendengar usulan itu.
Si Lintah Darat itu menjelaskan, ia ingin agar semuanya berlangsung “adil”. Maka, Ia akan memasukkan sebutir kerikil hitam dan putih ke dalam sebuah kantong uang yang kosong. Lalu, Si Gadis harus mengambil satu kerikil dari kantong itu.
1) Jika Si Gadis mengambil kerikil hitam, ia akan menjadi istri Si Lintah Darat dan utang ayahnya akan dihapus.
2) Jika Si Gadis mengambil kerikil putih, ia tidak perlu menikahi Si Lintah Darat tapi utang ayahnya masih bisa dihapus.
3) Jika Si Gadis menolak mengambil satu kerikil, ayahnya akan dipenjara.

Mereka akhirnya berdiri di sebuah jalan kecil yang penuh dengan kerikil dan terletak di halaman rumah Sang Petani. Saat mereka tengah berbincang-bincang, Si Lintah Darat membungkuk untuk mengambil dua kerikil. Si Gadis yang bermata tajam itu memperhatikan gerak-gerik Si Lintah Darat. Dilihatnya Si Lintah Darat mengambil dua kerikil hitam dan memasukkannya ke dalam kantong. Si Lintah Darat itu lalu meminta Si Gadis untuk mengambil satu kerikil dari kantong itu.
Sebelum memenuhi permintaan Si Lintah Darat itu, Si Gadis menimbang-nimbang langkahnya selanjutnya. Si Gadis itu akhirnya memasukkan tangannya ke dalam kantong uang dan mengeluarkan sebutir kerikil. Tanpa melihatnya, Si Gadis sengaja tidak memegang kerikil itu dengan benar sehingga kerikil itu tergelincir jatuh dan akhirnya bercampur dengan kerikil-kerikil lainnya di jalanan yang penuh dengan kerikil.

“Oh, ceroboh sekali saya,” katanya.

“Tapi sepertinya tak jadi masalah, jika Anda melihat ke dalam kantong itu kerikil manakah yang tertinggal, Anda akan tahu kerikil mana yang baru saja saya ambil”.

Karena kerikil yang tersisa di dalam kantong adalah berwarna hitam, itu berarti Si Gadis telah mengambil kerikil putih. Dan karena Si Lintah Darat itu tidak berani mengakui kecurangannya, Si Gadis itu akhirnya berhasil mengubah situasi yang awalnya terlihat mustahil itu menjadi keadaan yang sangat menguntungkan!

** Sejatinya setiap persoalan serumit apa pun itu pasti akan ada solusinya. Hanya saja kita harus berusaha berpikir keras untuk menemukan solusi itu. Jika pikiran kita fokus, tajam, dan jernih ketika menghadapi persoalan apa pun, pasti akan ada hasil baik bagi pemecahan masalah itu. Namun sebaliknya, jika pikiran kita terlalu gelisah, sedih, dan kacau, otak kita akan kehilangan kemampuanya untuk berpikir positif dan akhirnya segala sesuatunya jadi terlihat kosong, suram, dan gelap tanpa memunculkan solusi apa pun.
Hal penting lainnya adalah memahami persoalannya, maka jawabannya akan muncul dengan sendirinya karena jawaban itu sebenarnya “tidaklah terpisahkan” dari masalahnya.

Ditulis kembali oleh :
Catharina Tyas Kusumastuty

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: