Bunga Mawar dan Pohon Cemara #Goresanku 112


Suatu hari di tengah hutan, Bunga Mawar menertawakan Pohon Cemara.
Katanya, “Meskipun Kamu tumbuh begitu tegap, tapi Kamu tidak harum sehingga tidak bisa menarik Kumbang dan Lebah untuk mendekat.”
Pohon Cemara diam saja. Kemudian, Bunga Mawar menceritakan keburukan Pohon Cemara kemana-mana. Akhirnya, Pohon Cemara menjadi tersingkir dan menyendiri di tengah hutan.

Ketika musim dingin yang hebat datang, salju turun dengan lebatnya. Bunga Mawar yang sombong itu, kesulitan mempertahankan kehidupannya. Demikian juga dengan pohon dan bunga-bunga lainnya. Hanya Pohon Cemara yang masih tegak berdiri, di tengah badai salju dingin yang menerpa bumi.

Pada tengah malam yang sunyi, Salju berbincang-bincang dengan Pohon Cemara.
Kata Salju, “Setiap tahun, Aku datang ke muka bumi ini. Dan Kamulah satu-satunya yang dapat melewati ujianku. Kamu mampu berdiri tegak, dalam menahan segala macam tekanan alam.”

Bunga mawar dalam cerita atas bersifat congkak, dan kepuasan yang didapatnya hanya bersifat sebentar. Sementara itu, Pohon Pemara berlapang dada, hatinya bagaikan langit besar tak bertepi saat menerima fitnah dan cela.

Mari, belajar dari Si Pohon Cemara. Dia tegar saat “menahan serangan”, baik itu serangan berupa tindakan, ucapan, atau pikiran. Keberadaannya sendiri begitu menyejukkan, hangat, dan damai.
Dengan keteguhan jiwa dan pikiran, kebahagiaan dapat kita raih. Caci maki dan fitnah sekalipun, tidak akan mampu menjatuhkan orang yang kuat!

Setuju kan?

 

Ditulis kembali oleh :
Catharina Tyas Kusumastuty

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: