KITA ADALAH APA YANG ADA DALAM PIKIRAN #Goresanku 71


Jack Canfield, penulis “Chicken Soup for the soul”, pernah bercerita bahwa ia pernah mengadakan sebuah pesta kostum disaat ia masih muda. Aturan dress code dalam pesta itu cukup unik, yaitu tiap orang yang menghadiri pesta harus menggunakan pakaian seolah-olah seperti apa yang mereka inginkan terjadi dalamm 5 tahun mendatang.
Misalnya dalam 5 tahun kemudian ada yang ingin menjadi pengusaha, artis, seniman, lawyer, dokter atau apa saja, maka ia harus mengenakan kostum seperti yang ia inginkan tersebut.
Acara berlangsung meriah, seru & unik.
Bertahun-tahun kemudian, Jack Canfield melihat-lihat kembali foto-foto masa mudanya, ia merasa kaget dan merinding karena ia sadar bahwa saat ini sebagian besar teman-temannya menjadi sama persis dengan kostum yg dulu mereka kenakan saat pesta.
Kebenaran apa yg kita dapatkan dari cerita di atas?
Kita akan menjadi sama persis dengan apa yg kita impikan, harapkan & yang kita perkatakan setiap harinya.
Jika kita melihat diri kita secara negatif, maka akan jadi seperti itulah diri kita.
Sebaliknya jika kita melihat, mengharapkan dan memperkatakan yang positif, maka seperti itu juga yang akan kita alami.
Dalam bahasa rohani, itulah yg disebut dengan dimensi iman. Kita belum melihat sesuatu terjadi nyata, namun kita sudah mempercayainya dalam hati dan pikiran kita sehingga suatu hari kelak itu akan terjadi.
Betapa dahsyatnya pikiran kita !

Mimpikan, perkatakan dan lakukan, maka itulah yg terjadi. Amin

Ditulis kembali oleh :
Catharina Tyas Kusumastuty

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: