Apa Psikodrama itu, dan untuk Siapa ?


Kamis, 8 Mei, 2008

Apa Psikodrama itu dan untuk Siapa ?

Psikodrama adalah praktek profesional metode aksi yang diciptakan oleh almarhum Dr Jacob L. Moreno. Psikodrama adalah suatu uji-waktu, metode klinis yang telah terbukti untuk membantu orang, mencapai tujuan pribadi, melalui proses terstruktur, improvisasi dramatis. Secara umum Psikodrama menggunakan, sociometry, dinamika kelompok, teori peran, dan analisa sistem sosial untuk memfasilitasi perubahan konstruktif dalam individu dan kelompok melalui pengembangan persepsi baru atau reorganisasi kognitif pola lama. Psikodrama bukanlah proses yang eksklusif – tidak ada pelatihan khusus, pendidikan, atau pengalaman yang diperlukan dalam rangka untuk mendapatkan manfaat dari berpartisipasi dalam psikodrama.

Psikodrama ADALAH UNTUK SEMUA ORANG

Selama dalam proses psikodrama, individu dapat menjelajahi apapun permasalahan dasarnya, atau keinginannya dan, untuk pemenuhannya, akan menerima perhatian yang tanpa syarat dan dukungan dari Direktur psikodrama serta peserta lain dalam Group Psikodrama.Individu ini disebut Protagonis. Protagonis akan membantu menentukan kedalaman, durasi, dan tingkat eksplorasi bersama dengan Direktur, yang merupakan wasit terakhir. Protagonis membantu dalam melakukan dramanya secara umum dengan Teknik psikodrama yang berbeda diaktualisasikan oleh Direktur, dan dengan tambahan peran yang dimainkan oleh anggota kelompok lainnya.

Daripada membicarakan masalah, Protagonis langsung terjun ke tengah-tengah realita emosinya. Ini adalah di sini-dan-sekarang bahwa kekuatan sejati psikodrama berada. Ini adalah di sini-dan-sekarang bahwa kita mampu untuk kemudian ‘melakukan perubahan’ pada beberapa bagian dari realitas kita sendiri.

Kesadaran baru dari situasi atau hubungan lama, didorong untuk mengubah pola perilaku yang ada. Aspek penting lainnya adalah bahwa, karena diberlakukannya spontan, kelompok berkembang hidup sendiri. Keintiman dan kepercayaan yang berkembang di Group psikodrama memberikan konteks yang aman di mana memungkinkan eksplorasi lebih lanjut dari perasaan antarpribadi, dan boleh jadi ada saat-saat ketika seseorang mengakui resonansi dari perjuangan sendiri, nyeri, dan sukacita dalam drama orang lain.

Terjemahan bebas dari :  Lorelei Joy Goldman

3 responses

  1. chatarina tyas kusumastuty | Reply

    Ternyata si penanya tanpa menyadari sdh berperilaku negatif juga ya …… hehe. Terimakasih masukannya, semoga ini bisa terlealisasikan dan akan memberikan kebaikan untuk semuanya. Untuk bisa mendapatkan fakta … data konkrit … serta merasakan ….. rasanya memang benar Bapak harus ada di tkp. Sip ……… met jumpa di tkp ……… terimakasih

    Like

  2. Makasi Bu, atas tanggapannya,
    dan untuk pertanyaan, bagaimana cara menyikapi perilaku negatif seseorang?
    (mhn ijin utk tanya jawab ini aku post juga ya…..tks)
    aku malah jadi bertanya,… darimana datangnya pemikiran bahwa seseorang itu berperilaku negatif?
    bukankah berpikir bahwa orang berperilaku negatif adalah perilaku negatif juga?
    nah jadi…….???🙂

    kalo aku sih meyakini bahwa orang berperilaku tertentu, pastilah memiliki alasan dan penjelasannya.

    apabila perilaku yang ditunjukkan membuat orang (kelompok) menjadi tidak nyaman,……ini tidak mudah karena menyangkut orang lain (kelompok), … kemungkinannya menjadi banyak,…(bisa jadi lebih mudah menyalahkan orang itu, singkirkan, hukum, dll)…. jadi …untuk situasi ini,…aku membutuhkan fakta dan data konkrit …(harus hadir di tkp) …. aku …. merasakan,… kemudian baru melakukan sesuatu…… bisa jadi salah juga sih….hehehehe

    kalo aku pribadi, (tidak melibatkan sikap kelompok) aku akan memaklumi, dan memberikan empati, yang kemungkinan besar dibutuhkan pada orang itu,……berharap kawan lain (kelompok) melakukan hal yang sama…dengan demikian orang tersebut dapat merasa nyaman dulu untuk memberikan alasan mengapa ia berperilaku ……yang membuat tidak nyaman kelompok………

    biasanya orang merasa tidak aman/nyaman (takut),…..lalu berperilaku yang “mengajak” orang untuk merasakan juga tidak aman/nyaman (takut)…..

    so…buat saja ia merasa aman dan nyaman, apapun yg ia lakukan…..sehingga…..putus lingkarannya…..

    Like

  3. chatarina tyas kusumastuty | Reply

    Perilaku seseorang dapat membawa aura positif / negatif bagi orang2 disekitarnya. Tentunya ada rasa kebahagiaan tersendiri jika kita bisa memberikan aura positif itu untuk orang lain. Tapi tidak semua orang bisa berbuat semacam itu, bahkan sebaliknya. Perilaku negatif dapat memberikan dampak yang tidak baik bagi suatu komunitas. Bahkan dapat menjadikan suasana yang semula baik2 saja berubah menjadi tidak nyaman. Padahal dalam bekerja kita sangat membutuhkan kenyamanan.Bagaimana kita bisa bekerja maksimal jika suasana tidak mendukung. Yang ada hanya rasa saling curiga dan saling ingin menjatuhkan. Saya rasa hal semacam ini bisa dikatakan sudah tidak sehat lagi, dan hal ini tidak boleh dibiarkan. Karena bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain. Begitu sedikit comment dari kami, kami mohon masukan atau tip dari Bapak bagaimana cara menyikapi perilaku negatif seseorang. Terimakasih

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: