PERSPEKTIF SEJARAH; SEBUAH PANDUAN UNTUK TRAINING BERDASAR DRAMA #Psikodrama 2/7


….sambungan dari ….Sebuah Panduan Training Berbasis Drama

Sebagai sarana untuk hiburan, drama selalu memiliki kemampuan untuk menggetarkan, bergerak, dan menginspirasi khalayak. Dari tangan Euripides lalu Shakespeare sampai dengan Scorcese, menunjukkan ketrampilan dari intensitas emosional yang memungkinkan drama dijadikan sarana untuk memusatkan perhatian, meningkatkan kesadaran, dan menyampaikan ide-ide secara dinamis.

Menggunakan drama sebagai alat bantu mengajar bukanlah hal baru. Dari filsuf Yunani dan Romawi kuno sampai dramawan kontemporer, drama telah digunakan sebagai cara yang menarik untuk bercermin dan mengeksplorasi kondisi manusia. Plato mendorong anak-anak untuk belajar melalui improvisasi dan tari. Hrosvitha, seorang biarawati Saxon abad kesepuluh, menulis drama untuk mendidik jemaat tentang isu-isu moral. Aktor-aktor komedi keliling dell’arte membuat drama untuk membawakan isu-isu sosial masyarakat Italia dari abad pertengahan akhir.

Ide memanfaatkan drama untuk tujuan pendidikan tidak sepenuhnya berkembang, sampai abad kedua puluh, tokoh pendidik AS John Dewey menganjurkan “learning by doing”, melalui penggunaan drama dan diterapkan teorinya di sekolah dasar selama tahun 1920. Dengan membentuk Yayasan yang menggunakan hasil kerja Dewey, pendidik di Inggris dan Amerika Serikat menciptakan teater sebagai teknik pembelajaran bagi sekolah untuk membantu anak-anak mengembangkan kesadaran diri dan meningkatkan keterampilan sosial.

Menerapkan drama untuk pembelajaran orang dewasa diperkenalkan pada tahun 1920 oleh psikolog Jacob L. Moreno, pendiri psikodrama. Moreno menunjukkan bahwa perubahan perilaku konstruktif dalam individu dan kelompok bisa dibangun melalui berbagai metode peran dramatis yang ditentukan. Seiring waktu, ia memperluas ide-idenya ke dalam pelatihan bisnis juga. Bahkan, pada tahun 1933 ia menyelenggarakan lokakarya pelatihan untuk RH Macy pada hubungan antar karyawan – ini yang pertama kalinya penerapan di dunia industri.

Moreno merintis penerapan drama sebagai alat pelatihan, menjadi dasar dari banyak kegiatan yang berkembangkan untuk pelatihan manajemen pada 1940-an dan ’50-an. Role-playing, permainan interaktif, dan sejumlah kegiatan lainnya muncul dalam upaya untuk meniru semangat dan interaksi, yang drama berikan kepada para audien. Kemudahan dan kesederhanaan teknik ini memberikan pelatihan kesempatan untuk membangun kesadaran kreatif, tetapi sering kurang menyentuh realistasnya, untuk Drama kedalaman dan intensitas emosional ada secara alami.

Selama tahun 1960, hak-hak sipil dan gerakan perempuan mendorong kebutuhan untuk skills based training lebih intensif. Polisi, tenaga medis, pendidik, dan pekerja sosial memerlukan pelatihan yang memberikan simulasi kehidupan nyata untuk meningkatkan keterampilan intervensi mereka dalam hubungan ras, kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan seksual, dan kepedulian sosial lainnya. Akibatnya, trainer mulai bereksperimen dengan berbagai bentuk drama sebagai sarana orang bisa mendapatkan kesadaran dan mengasah keterampilan mereka.

Para trainer perusahaan yang Inovatif membawa teknik-teknik ini ke dalam program kepemimpinan dan hubungan karyawan mereka selama tahun 1970. Betapapun, sebagai gerakan pendukung, issu pelecehan seksual, dan gerakan keberagaman merasuki kesadaran bisnis di AS, popularitas pelatihan berbasis drama berkembang pesat.

Bersambung …..Jenis Pelatihan Berbasis Drama

Terjemahan bebas dari :

A Guide to Drama-Based Training

by Joyce St. George, Sally Schwager and Frank Canavan
Reprinted from: Employment Relations Today, Winter 1999, Vo. 25, No. 8.
© John Wiley & Sons.

2 responses

  1. […] Bersambung ……… Perspektif Sejarah……. […]

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: