APA YANG TELAH KUTABUR ??? #Goresanku 80


Kebanyakan orang hanya melihat kepada apa yang dituai, mereka tidak melihat kepada apa yang telah ditabur. Dari situlah dasarnya sehingga seseorang tidak mau koreksi diri, melainkan hanya bisa menyalahkan keadaan, menyalahkan segala sesuatu yang dituainya.
Sewaktu petani bercocok tanam, ada kalanya ia akan menemukan lebih banyak ilalang yang bertumbuh dari pada padi yang ia tanam. Demikian juga kehidupan, ada kalanya apa yang kita tabur belum tentu akan kita dapatkan kembali. Bagaimana dengan yang tidak pernah menabur? Jika yang menabur saja tak selalu mendapat yang baik, bagaimana keadaan yang tidak menabur….. Apakah tidak lebih sulit kehidupannya?
Seharusnyalah, tidak bertanya mengapa saya dapatkan yang begini?
Mengapa hal ini terjadi padaku?
Itu pertanyaan yang akhirnya akan menyalahkan orang lain, dan hasilnya kita tidak akan mampu koreksi diri sendiri.
Jika kita bertanya, apa yang sudah kuperbuat sehingga aku begini?
Apa yang sudah kulakukan sehingga aku harus alami ini?
Apa yang sudah aku tabur sehingga tuaianku seperti ini?

Bertanyalah demikian, sehingga kitapun bisa koreksi kesalahan, kekurangan kita di masa-masa sebelumnya.
Mestinya kita ingat apa yang terjadi sekarang, adalah bagian dari hasil taburan kita di masa lalu. Apa yang terjadi hari ini adalah keputusan kita di hari yg lalu.

Ditulis kembali oleh :
Catharina Tyas Kusumastuty

One response

  1. Reblogged this on alwayshikmah.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: