Bunga Mawar dan Pohon Bambu #Goresanku 64


Di sebuah taman, terdapat taman bunga mawar yang sedang berbunga. Mawar-mawar itu mengeluarkan aroma yang sangat harum. Dengan warna-warni yang cantik, banyak orang yang berhenti untuk memuji sang mawar. Tidak sedikit pengunjung taman meluangkan waktu untuk berfoto di depan atau di samping taman mawar. Bunga mawar memang memiliki daya tarik yang menawan. Semua orang suka mawar, itulah salah satu lambang cinta.
Sementara itu di sisi lain taman, ada sekelompok pohon bambu yang tampak membosankan. Dari hari ke hari bentuk pohon bambu begitu saja, tidak ada bunga yang mekar atau aroma wangi yang disukai banyak orang. Tidak ada orang yang memuji pohon bambu. Tidak ada orang yang mau berfoto di samping pohon bambu. Maka tak heran jika pohon bambu selalu cemburu saat melihat taman mawar dikerumuni banyak orang.
“Hai bunga mawar,” ujar Sang Bambu pada suatu hari.
“Tahukah kau, aku selalu ingin sepertimu. Berbunga dengan indah, memiliki aroma yang harum, selalu dipuji cantik dan menjadi saksi cinta manusia yang indah,” lanjut Sang Bambu dengan nada sedih.
Mawar yang mendengar hal itu tersenyum.
“Terima kasih atas pujian dan kejujuranmu bambu,” ujarnya.
“Tapi tahukah kau, aku sebenarnya iri denganmu”.
Sang bambu keheranan, dia tidak tahu apa yang membuat mawar iri dengannya. Tidak ada satupun bagian darinya, yang lebih indah dari mawar.
“Aneh sekali, mengapa kau iri denganku?” Tanyanya
“Tentu saja aku iri denganmu. Coba lihat, kau punya batang yang sangat kuat saat badai datang. Kau tetap bertahan tidak goyah sedikitpun,” ujar Sang Mawar, “Sedangkan aku dan teman-temanku, kami sangat rapuh kena angin sedikit saja, kelopak kami akan lepas, hidup kami sangat singkat,” tambah Sang Mawar dengan nada sedih.
Bambu baru sadar bahwa dia punya kekuatan. Kekuatan yang dia anggap biasa saja ternyata bisa mengagumkan di mata Sang Mawar.
“Tapi, Mawar, kamu selalu dicari orang. Kamu selalu menjadi hiasan rumah yang cantik, atau menjadi hiasan rambut para gadis,” Tanya Bambu lagi yang masih ragu.
Sang mawar kembali tersenyum, “Kamu benar Bambu, Aku sering dipakai sebagai hiasan dan dicari orang. Tapi tahukah kamu, aku akan layu beberapa hari kemudian tidak seperti kamu”.
“Aku tidak mengerti”, Bambu kembali bingung.
“Ah Bambuuu!, ujar Mawar sambil menggeleng.
“Kamu tahu, manusia sering menggunakan dirimu sebagai alat untuk mengalirkan air. Kamu sangat berguna bagi tumbuhan yang lain. Dengan air yang mengalir pada tubuhmu kamu menghidupkan banyak tanaman,” lanjut Sang Mawar.
“Aku jadi heran, dengan manfaat sebesar itu seharusnya kamu bahagia, bukan iri padaku,” saran Mawar
Bambu mengangguk, dia baru sadar bahwa selama ini dia telah bermanfaat untuk tanaman lain. Walaupun pujian itu lebih sering ditujukan untuk Mawar, sesungguhnya Bambu juga memiliki manfaat yang tidak kalah dengan bunga cantik itu.
**Sejak percakapan dengan Mawar, Bambu tidak lagi merenungi nasibnya. Dia senang mengetahui kekuatan dan manfaat yang bisa diberikan untuk makhluk lain.

Ditulis kembali oleh :
Catharina Tyas Kusumastuty

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: