PENGARUH POLA ASUH MASKULIN #Goresanku 57


Seorang Ibu datang padaku ” curhat ” tentang kekuatirannya pada anak perempuannya. Ia mengeluhkan akan perilaku anak perempuannya yang masih usia dini itu, berperilaku seperti anak laki-laki. Sebelumnya Ibu itu tidak begitu memperdulikannya, lama-kelamaan, Ia merasa kuatir. Ibu itu takut jika perilaku anaknya akan terbawa sampai dewasa nanti.
Setelah Ibu itu berceritera banyak ….. terkuaklah penyebab mengapa anaknya berperilaku seperti itu. Ternyata suami Ibu tersebut, ingin punya anak laki-laki. Dan Suaminya dalam keseharian, memperlakukan anak perempuannya seperti anak laki-laki.
Sekarang Ibu itu kebingungan bagaimana mencari cara, supaya anaknya bisa berperilaku seperti layaknya anak perempuan.
Aku dapat memahami,
kebanyakan ayah kadang memiliki keinginan begitu besar untuk mempunyai anak laki-laki. Tentu motifnya berbeda-beda. Ada yang menganggap anak laki-laki itu adalah ” penerus ” namanya. Dan ada juga yang sekedar memamerkan kehebatan Jagoan Ciliknya itu di depan orang lain.
Ketika Si Jagoan yang dirindukan tak kunjung tiba, tak sedikit seorang Ayah yang “melampiaskan” kerinduan itu terhadap anak perempuannya. Maka Ia akan memperlakukan Si Upik tak ubahnya seperti anak laki-laki. Tentunya kita sudah tahu perilaku seperti apa itu …. bermain bola sepak, memanjat pohon, atau menyuruh gadis kecilnya ” memakai pakaian laki-laki ” bahkan memintanya ” berlagak dan bertingkah seperti anak laki-laki “.
Woow …. sampai sebegitukah ?
Aku rasa pola asuh orang tua terhadap anak seperti itu, sedikit banyak akan berpengaruh pada perkembangan anak.

# Yah …. selayaknya sebagai orang tua, kita bisa memahami tentang ” konsep gender ” dengan benar.

Ditulis kembali oleh :
Catharina Tyas Kusumastuty

2 responses

  1. ning.tyas@yahoo.co.id | Reply

    iya tu, sampai2 kadang kita sulit untuk membedakan mana yg cowok dan mana yg cewek ……. hehehe

    Like

  2. Benar sekali.. pola asuh seperti itu membuat saya dibilang tomboy ketika saya kecil. Saya lebih suka pakai celana jeans, potongan rambut cepak, dsb. Karena keluarga berkeinginan saya lahir laki2 berharap saya penerus marga. Papa saya selalu senang melibatkan saya dalam pekerjaan rumah yang biasa dilakukan kaum laki2, seperti naik genteng, naik loteng, angkat barang yang berat, membantunya memperbaiki barang yg rusak. Akhirnya saya besar suka dengan kegiatan yang biasa dilakukan kaum laki2, saya suka beladiri, saya pekerjaan inspeksi seperti naik tangki solar, priksa solar di ponton, suka naik speedboat, dan hampir semua peralatan rumah yg rusak saya perbaiki seperti pompa air, komputer dsb

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: