Cara Tepat Menyikapi Keunikan Anak #Goresanku 32


Setiap orangtua pasti ingin anaknya menjadi anak yang manis, baik dalam bertindak maupun dalam bertutur kata. Begitu pula dengan kami sebagai Pendidik. Tetapi kita tidak bisa begitu saja memaksakan kehendak kita kepada anak.
Ada salah satu anak di tempat saya mengajar, dia sangat aktif bahkan cenderung usil dan suka mengganggu temannya. Banyak temannya merasa tidak nyaman bila dekat dengannya. Ada saja cara yang dia buat untuk mengganggu temannya, dapat dipastikan setiap hari ada saja teman yang menangis dibuatnya. Dan setiap kali ditegur, ada saja jawaban yang lucu yang seakan dia itu berbuat begitu karena temannya dulu yang ngusilin dia. Pintar sekali dia mengelak, gaya bicaranyapun sudah seperti orang dewasa. Bahkan kata-katanya cenderung kurang sopan untuk didengar. Kadang geli juga saya melihat tingkahnya.
Sebenarnya dia itu anak yang baik, tapi hanya caranya saja yang kurang tepat. Hal inilah yang menjadikan perhatian kami.
Menurut saya, kata-kata seperti itu (kurang sopan) lebih cepat menular daripada virus. Kita tahu, anak cepat sekali menyerap kata-kata yang ada sekitarnya. Anak senang mengulangi kata-kata satu sama lain, yang mereka percayai tidak boleh mereka katakan, karena hal itu menarik buat mereka. Ketika anak menggunakan kata-kata yang tidak sopan atau kasar, ia belajar bahwa kata itu memiliki pengaruh emosional yang kuat terhadap orangtua atau guru. Terutama jika mereka beraksi secara dramatis.
Anak belajar bahwa mereka tidak perlu melakukan sesuatu untuk mendapatkan perhatian kita, mereka cukup mengatakan sesuatu.
Kita tidak dapat melindungi anak kita dari bahasa yang kasar. Tetapi kita dapat bereaksi secara tepat ketika hal itu terjadi. Kita tahu, sifat anak itu unik. Jadi kita harus cerdas juga dalam mengarahkan mereka tanpa harus ada unsur paksaan.
Sebenarnya kita tidak perlu terlalu khawatir. ada kok bagaimana kiat untuk mengatasi hal itu. Kami mencoba untuk menerapkan di TK, dan ternyata hasilnya bagus juga.
Bila anak mulai beraksi, tanggapan terbaik adalah mengabaikannya. Tidak bereaksi berlebihan ketika kita mendengar kata-kata yang tidak sopan keluar dari mulut anak. Sebaiknya kita tidak tertawa atau berteriak dalam menanggapinya. Memang ini sulit dilakukan, tetapi ini penting bagi kita untuk tetap tenang dan rasional. Jaga raut muka kita, gunakan pengarahan positif dengan mengarahkan kembali anak dengan kata-kata yang sesuai / lebih pantas. Dan yang tidak boleh dilupakan adalah memberikan sentuhan yang lembut pada anak.

Ditulis kembali oleh :
Catharina Tyas Kusumastuty

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: