HARGA KEHIDUPAN #Goresanku 46


Berapa harga sebuah kertas? Tergantung apa isi kertasnya. Kalau kertas itu cek yang
berisi nominal dengan jumlah yang banyak, tentu kertas itu akan menjadi berharga.
Berapa harga sebuah kanvas? Tergantung siapa pelukisnya.
Berapa harga sebuah tanda tangan? Tergantung siapa yang menandatanganinya.
Berapa harga sebuah foto? Tergantung siapa yang dijadikan obyeknya.
Berapa harga sebuah buku? Tergantung siapa penulisnya.
Berapa harga sebuah film? Tergantung siapa pemain dan sutradaranya.
Lalu, berapa harga sebuah kehidupan? Tergantung bagaimana manusia mengisinya!

Sebuah kehidupan bisa menjadi begitu berharga tapi sebuah kehidupan juga bisa menjadi murah. Sebuah kehidupan bisa dikenang sepanjang masa, tapi sebuah kehidupan juga bisa dilupakan begitu saja. Sebuah kehidupan bisa meninggalkan jejak yang sangat membekas seperti ketika kita menuliskannya di atas batu, tapi sebuah kehidupan juga bisa tak berjejak sama sekali, seperti ketika kita menuliskannya di atas pasir dan angin telah menerbangkannya. Itu semua tergantung bagaimana kita menjalani hidup dan bagaimana mengisi hidup kita dengan sesuatu yang berharga.

Ingat, bahwa hidup kita hanya sekali. Hidup yang hanya sekali ini juga sangat singkat untuk dijalani. Sungguh tidak bijaksana kalau kita menyia-nyiakannya. Itu sebabnya hal pertama yang harus kita renungkan atas hidup ini adalah mencari tahu apa tujuan di dalam hidup kita ini. Apakah Ia hanya sekedar memberi kehidupan, membuat kita beranjak dewasa, lalu bekerja dan berusaha, membentuk keluarga, menjadi tua dan akhirnya mati.

Dengan mencari apa tujuan hidup di dalam kehidupan kita akan membuat hidup menjadi lebih berarti. Berarti bagi diri kita sendiri, bagi keluarga dan bagi orang-orang terdekat, bagi orang lain, bagi masyarakat luas, bahkan berarti bagi dunia! Seperti ketika Bunda Theresa berbagi hidup dengan orang-orang sederhana di India. Seperti ketika Martin Luther King menjadi inspirator bagi perjuangan diskriminasi rasial, atau seperti orang-orang hebat yang namanya terus dikenang sepanjang masa.

Ditulis kembali oleh :
Catharina Tyas Kusumastuty

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: