6 Pelajaran dari Audisi Ajang Pencari Bakat


Seharian kemarin, pada hari minggu, aku habiskan dengan melihat di You-tube, the best Audition, Ajang Pencari Bakat di TV, di Eropa dan Amerika.
Aku melihat betapa bakat-bakat luar biasa muncul dari seluruh belahan dunia serta kudapati banyak Drama kehidupan disana. Kesemuanya menyentuh dan memberikan inspirasi. Ada beberapa hal yang ingin aku catat disini, yang dapat menjadi bahan refleksi.
Pertama, betapa suara manusia dapat begitu indahnya, langsung dapat menyentuh rasa membangkitkan spirit dalam jiwa, hingga mewujud dalam air mata bahagia dan haru. Juga bakat-bakat olah tubuh dalam gerakan yang indah, serta olah pikiran yang menghasilkan sebuah karya yang membikin terpana.

Kedua, langkah pertama untuk memutuskan mengikuti keinginan hati yang kuat, dengan meninggalkan hal-hal yang nyaman dan menyenangkan, merupakan keberanian awal untuk mewujudkan mimpi. Beberapa menunjukkan bahwa hal itu terjadi dengan dukungan orang orang yang mencintainya.

Ketiga, beberapa muncul dalam usia yang relative muda, sehingga itu menunjukkan bakat, anugrah istimewa yang tidak setiap orang mendapatkannya, dan muncul untuk memperindah dunia. Menjadikanku merasa bahwa kehidupan ini layak untuk dihargai dan dijaga. Disini aku juga memahami bahwa bakat istimewa itu meski diasah lagi dalam perjalanannya, agar makin matang, berkembang, tumbuh dan berbuah. Laksana benih yang meski ditanam, dipupuk, dipelihara dan dijaga, serta disirami. Karena jika dibiarkan akan mati.

Keempat, beberapa peserta audisi menceritakan pengalaman hidupnya yang menyentuh jiwa, pengalaman pergolakan batin ditinggalkan oleh orang yang mencintai dan dicintainya. Pengalaman itu diolah menjadi semangat dalam menjalani kehidupannya, dan rasa yang ada diolah menjadi karya. Karya ini ditunjukkan dalam audisi dan memberi inspirasi bagi banyak orang. Hanya rasa yang mampu menyentuh rasa. Ada salah satu Penilai yang memberikan kritik dan menyatakan untuk gagal, bagi peserta yang tidak mampu menyentuh rasanya, meski  memiliki teknik yang bagus dan bakat yang istimewa.

Kelima, ada juga Peserta yang beberapa kali mengikuti audisi. Dari ceritanya peserta ini menerima kegagalan yang lalu dan memperbaikinya serta mencoba lagi. Kebangkitan ini dikomentari olah salah satu penilai “ Dia bagus, tidak menyalahkan keadaan, atau pun orang lain, serta dirinya sendiri, ia berusaha menjadi lebih baik, dan menunjukkan hasilnya”.

Keenam, ada seorang peserta usia 50 tahun baru mengikuti audisi, alasannya ia ingin menyanyi, dan penyanyi adalah keinginan hatinya (passion). selama ini ia merasa tidak memiliki cukup keberanian untuk mewujudkannya, hingga kali ini. Keinginan itu didukung oleh keluarganya, rekan kerjanya, dan teman-temannya. Awalnya, Penilai terkesan mengasihani dan menghargai semangatnya, namun setelah mendengar suaranya Para Penilai menjadi ternganga, oleh karakter suara dan teknik menyanyinya, sehingga secara bulat menyatakan lolos untuk tahap selanjutnya. Hasil ini disyukuri oleh peserta itu, dalam wawancara, ia menyatakan “Aku merasa lebih baik, hari ini. Aku merasa sukses!”

Memang masih tersisa Tanya, bagaimana dengan perjuangan selanjutnya? Karena Audisi ini bukanlah akhir, melainkan awal kerja keras lagi, untuk menunjukkan performa yang prima setiap minggunya. Juga pertanyaan, bagaimana dengan yang kalah, tidak lolos audisi? Siapakah mereka jadinya nanti?
Semoga menjadi bahan refleksi diri untuk setia dalam mencari sejati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: