Monthly Archives: July, 2014

4 Tips untuk Meningkatkan Retensi Pelatihan Karyawan Baru


Penelitian oleh Equifax mengungkapkan bahwa lebih dari 48 juta karyawan Amerika meninggalkan pekerjaan mereka pada tahun 2013. Hampir 40 persen dari para pekerja yang tersisa dalam waktu enam bulan dari tanggal perekrutan mereka, dan mayoritas pergi secara sukarela.
Retensi karyawan, terutama di industri ritel dan restoran, menjadi tantangan banyak manajer pelatihan. Menggantikan satu pekerja merupakan biaya, uang dan waktu, dan hal itu berlipat ganda jika Anda mengisi posisi yang sama beberapa kali dalam setahun. Untungnya, pelatihan karyawan baru dapat melakukan lebih dari mendapatkan karyawan sampai dengan percepatannya-hal ini juga dapat menjadi alat yang berharga dalam menjaga mereka bekerja untuk perusahaan Anda lebih dari hanya beberapa bulan. Dan Pekerja yang mengalami pengalaman itu dapat menjadi aset besar untuk organisasi Anda. Berikut adalah empat cara pelatihan karyawan baru (new employee training) yang dapat meningkatkan retensi: Continue reading →

Kepemimpinan: Seni menciptakan Pemimpin-pemimpin


Kali ini saya memutuskan untuk menulis lebih banyak pada pengalaman menjalankan bisnis saya. Seperti banyak dari kita pasti sudah tahu, salah satu kriteria penting dalam bisnis skala apapun adalah kepemimpinan. Apakah orang menjabat memiliki atau tidak keterampilan kepemimpinan yang benar untuk memastikan bahwa bisnis berjalan sesuai yang diharapkan. Ada banyak bentuk kepemimpinan, banyak definisi, dan perspektif tentang keterampilan tertentu. Kepemimpinan adalah bagaimana kadang-kadang mengelola orang, kadang-kadang kemampuan pengambilan keputusan, kadang-kadang didefinisikan sebagai kemampuan memecahkan masalah, dan masih banyak lagi. Pada akhirnya, saya berpikir bahwa definisi yang paling penting dari kepemimpinan adalah kemampuan untuk menciptakan pemimpin-pemimpin. Continue reading →

Pengaruh Nada Suara ; Membalik Kecenderungan #Goresanku 33


Para peneliti di Kenyon College bekerja sama dengan US Navy [Angkatan Laut Amerika Serikat] untuk melakukan sebuah percobaan. Tujuan percobaan itu adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh nada suara terhadap para pelaut ketika mereka diberi perintah. Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa cara seseorang ditegur sangat menentukan tanggapan yang akan diberikannya.

Sebagai contoh, jika seseorang ditegur dengan suara yang lembut, ia akan menjawab dengan cara serupa. Namun ketika ia diteriaki, orang itu akan menjawab dengan nada yang sama tajamnya. Hal ini juga berlaku pada komunikasi yang dilakukan secara langsung, melalui interkom, atau melalui telepon. Continue reading →

Kelemah-lembutan kepada Orang yang Lemah adalah


Dia dapat berwujud apa saja, untuk menunjukkan belas kasih-Nya

Nasihat Bijak

Kawan, ketika kau berjumpa dengan seseorang yang kaya bagaimana perlakuanmu kepadanya? Pastilah kau akan bersopan santun ketika bertemu dengannya. Ketika dalam sebuah acara pertemuan, mereka para orang kaya ini, pasti diminta untuk duduk di kursi yang enak dan empuk.

Begitu juga ketika kau bertemu dengan orang yang memiliki jabatan, pengaruh atau kedudukan. Kau juga akan bersikap lemah lembut kepadanya. Agaknya kau khawatir bila ia menilaimu dengan buruk akan membawa ketidakberuntungan. Pengaruhnya di lingkungan tempat tinggalmu juga menjadi pertimbangan tingkah lakumu terhadapnya.

Dengan orang yang memiliki pengetahuan juga sama. Kau akan merasa segan bertemu dengan seorang kyai, ustadz atau ajengan. Dalam dan luasnya ilmu serta kedekatan mereka dengan Allah, membuatmu malu bila berbuat sesuatu yang tidak sopan.

Bersikap lemah lembut, sopan, menghargai mereka yang memiliki kelebihan adalah sesuatu yang biasa. Semua orang pasti juga melakukannya. Ada semacam kekhawatiran yang muncul bila kita bersikap kurang ajar di hadapan mereka. Dan juga ada…

View original post 144 more words

Bagaimana Menciptakan Iklim Kerja yang Lebih Baik


Sebagian besar pemimpin memiliki keahlian teknis untuk melakukan pekerjaan mereka secara efektif. Bahkan, yang biasanya menjadi alasan pertama mereka dipromosikan ke posisi kepemimpinan. Tapi pengetahuan teknis hanya sebagian dari apa yang dibutuhkan untuk menjadi Leader dan Coach yang efektif. Banyak manajer dan eksekutif mungkin akan terkejut untuk mengetahui bahwa itu bukan bagian yang paling penting. Keahlian teknis dan pengetahuan merupakan prasyarat untuk kepemimpinan yang baik; hal –hal tersebut diperlukan, tetapi tidak cukup. Continue reading →

Argumen vs Rekonsiliasi


Istri tersayang saya, Allee dan saya memiliki beberapa kenikmatan terbesar dalam berbicara dari hati ke hati. Daripada berdebat, kita mendengarkan dan kemudian mencoba untuk tidak hanya memahami, tetapi mengungkapkan dalam hal apa mungkin berpikir dan merasa satu sama lain. Kami menjelajahi dua arketipe kunci tadi malam: aku menyadari aku berhenti pada perasaan “menjadi” dan aku merasa terhormat dalam berpikir bahwa aku dapat membantu meskipun dalam hal yangg sepele. Hal ini penting dan memuaskan bagi saya. Allee menemukan sesuatu yang mengganggu, tetapi hanya sejauh itu membawa semangat abad ke-20 yaitu Argumentasi, yang berdasar pada bahwa kebenaran lebih baik “menang” lebih dari pada bahwa kebenaran adalah baik. Continue reading →

Apa Beda Senang dan Bahagia ?


Blogger Goweser Jogja

“Mas Eko, Apa Beda Senang dan Bahagia ?”, pertanyaan itu pernah disampaikan padaku ketika aku selesai mengisi sebuah acara di komunitas menulis.

Aku menjelaskannya dengan pengertian yang gampang saja. Setelah itu aku baru membuka KBBI (Kamus Besar bahasa Indonesia) dan mencari tahu arti kata senang dan bahagia. Semoga penjelasanku tidak lari jauh dari pengertian pada KBBI.

“Aku tanya dulu boleh mbak?”, kataku

“Silahkan mas”

“Kalau kita membelikan anak kita sebuah mainan yang dia inginkan, maka apa yang terjadi pada anak kita? Apakah dia senang atau dia bahagia?”

“Hmmmm……”

“Hayo senang atau bahagia?”

“Kayaknya cenderung senang ya mas”

“Sepakat… aku juga menganggap anak akan senang ketika dia mendapatkan salah satu keinginannya”

“Oke mas, sekarang kalau bahagia, contoh konkritnya apa?”

“Nah, sekarang kita sudah melihat anak kita senang menerima hadiah dari kita. Apakah kita ikut senang atau bahagia?”

“Ikut senang donk mas melihat anak kita senang”

“Nah kalau aku, menganggap senang melihat…

View original post 359 more words

6 Pelajaran dari Audisi Ajang Pencari Bakat


Seharian kemarin, pada hari minggu, aku habiskan dengan melihat di You-tube, the best Audition, Ajang Pencari Bakat di TV, di Eropa dan Amerika.
Aku melihat betapa bakat-bakat luar biasa muncul dari seluruh belahan dunia serta kudapati banyak Drama kehidupan disana. Kesemuanya menyentuh dan memberikan inspirasi. Ada beberapa hal yang ingin aku catat disini, yang dapat menjadi bahan refleksi.
Pertama, betapa suara manusia dapat begitu indahnya, langsung dapat menyentuh rasa membangkitkan spirit dalam jiwa, hingga mewujud dalam air mata bahagia dan haru. Juga bakat-bakat olah tubuh dalam gerakan yang indah, serta olah pikiran yang menghasilkan sebuah karya yang membikin terpana. Continue reading →

%d bloggers like this: