Cerita Seru ku, yang tidak Saru :D


1970 an .Aku yang dilahirkan pada masa orde baru, tak merasakan beratnya jaman Belanda, meski aku dapat cerita dari nenekku. Aku juga tidak merasakan jaman Orde lama dengan akhir G 30 S PKI, meski inipun aku dapat cerita dari orang tuaku.
Masa kecilku bahagia, di desa yang masih penuh sawah, serta sungai yang mengalir jernih. Tiap hari mandi di sungai, bahkan aku lebih mahir berenang lebih dulu daripada membaca. Tentu dengan gaya bebas orang desa. Hidupku terasa mudah, kata orang ekonomi Indonesia sedang tumbuh pesat, aku rasakan tidak susah untuk makan (entah orang tuaku yang nyari nya :D)
1980an. Sekolahku lancar, maksudnya tidak mahal, ibuku mengharuskan aku sekolah. Aku menikmati masa sekolahku. Dan aku mulai merasakan kehidupan kota. Belajar merasakan realita.
1990an. Aku merasakan mulai datangnya krisis moneter (kata berita), kenikmatan merasakan gaya hidup sedikit terusik, mulailah aku ikut berpikir bahwa pemerintah Indonesia salah mengurus Negara. Aku ikut merasakan gejolak perjuangan melawan pemerintah. Sesekali turun ke jalan,..ikut teriak teriak, lari-lari,..merasakan pedihnya gas air mata. Aku juga merasakan malam yang mencekam dengan suara-suara tembakan, dan gas air mata memenuhi udara. Aku dengar berita ada yang ditembak mati di jalan yang tadi siang aku lewati. Aku juga merasakan pergantian pemerintah, (lewat TV), ada perasaan puas namun juga cemas, karena diawali dengan terjadi kerusuhan di Jakarta, banyak korban penjarahan dan korban meninggal terbakar dalam gedung, serta ditembak mati di jalan.
2000an. Aku menikmati abad 21, dengan kemajuan teknologi informasinya, teman temanku ada yang sudah jadi orang, dan ada juga yang sudah mulai berperan di pemerintahan. Aku merasa dunia begitu kecil, bahkan dulu pesawat hanya mampu kulihat sekarang aku dapat merasakan langsung. Aku menikmati menyeberang laut, dan menginjakkan kaki di pulau lain. Indonesia baik baik saja, meski kulihat kekayaan alamnya diperkosa dan dijual untuk harganya.
2010an. Aku tertantang untuk belajar hidup di Ibukota Indonesia, Jakarta, datang sebagai karyawan yang memiliki pendapatan cukup untuk memiliki Gaya Hidup Metropolis, Karaoke, Café dan Tamasya ke Eropa dan Korea. Bukan karena tidak cinta Indonesia, ini masalah biaya, ke Eropa dan Korea lebih murah daripada ke Indonesia bagian timur (ini aku masih menginginkan untuk kukunjungi). Akhirnya aku berani mencoba mengikuti kata hati, untuk berbagi bagi negeri ini. Aku memutuskan untuk merasakan bagaimana tidak memiliki pendapatan rutin bulanan. Merasakan apa yang juga banyak dirasakan oleh saudara-saudaraku yang berjuang mempertahankan hidup.
Ini ceritaku,…
Tentunya masih banyak sisi dan sudut yang tak tercangkup, aku masih dapat menambahkannya nanti.
Bagaimana ceritamu,….tentu kau punya cerita juga,…bolehlah kau ceritakan pengalamanmu memiliki Presiden setelah Reformasi itu. Aku tunggu…..
Sedikit catatan: bahwa kemampuan orang untuk berani bercerita tentang perjalanan hidupnya, dapat memberikan perbaikan dan terapi …. Psikodrama

5 responses

  1. Cerita-cerita di atas semuanya indah, sangat beruntung untuk bisa merasakan dan mengingatnya.🙂

    Like

  2. cerita masa kecilku. wah luar biasa suka bermain. tiada hari tanpa bermain. dulu, aku tinggal di malang, jawa timur, kemudian orangtua pindah ke jakarta ketika aku umur 5 tahun. tinggal di sebuah rumah kontrakan petak. tidak ada kamar. kalau sekarang setipe namanya tipe apartemen studio. hanya dua pintu, pintu depan dan pintu kamar mandi. ^_^ hihihi… kami tidak punya TV, hanya bisa nonton di tetangga, tapi ya tidak pernah protes kalau yang punya ganti2 channel. karena itu aku lebih suka main sama kucing atau main tanah atau ngumpulin barang2 bekas dan membuat mainan sendiri atau main di got nangkap jentik ikan, kebayang got di jakarta. tapi saat itu menyenangkan…

    suatu ketika kami pindah ke rumah kontrakan yang sedikit lebih besar walaupun tetap saja di kawasan rapat penduduk di dalam gang2. hanya motor saja yang bisa lewat depan rumah. aku senang bermain, sampai suka lupa waktu. mamaku selalu marah kalau aku tidak tidur siang. pernah suatu ketika aku dikunci pintu kamarku supaya aku tidak bisa keluar. tapi namanya nakal2nya anak, aku loncat dari jendela kamar. karena perumahan padat rapat dengan jendela rumah tetangga. aku langsung lompat masuk ke rumah tetanggaku dan kebetulan jendela kamar temanku. lucu juga… ada rumah dempetan jendelanya dan hanya anak kecil saja yang bisa lewat situ. mamaku cari2 aku tidak ketemu, dia bingung. kemudian dia pergi ke warung dan ketemu aku sedang main di warung samping rumah. kehidupan ekonomi yang pas-pasan. pas untuk makan dan sekolah. aku juga tak banyak keinginan jadi tak merasa pusing dengan kehidupan. teman punya apapun tak peduli. bisa menikmati makanan nasi padang bungkus dimakan rame-rame sudah lebih dari nikmat.

    itulah kisah masa kecilku….

    Liked by 1 person

    1. Masa kecil yang menyenangkan, penuh petualangan,….Hebat!

      Like

  3. Ya,…berbahagialah orang yang dalam melakukan pekerjaan sesuai dengan keinginan hati, sehingga dapat dijalani dengan gembira…😀

    Like

  4. ning.tyas@yahoo.co.id | Reply

    ceritera masa kecilku saja ah ….

    Aku rindu masa2 kecilku dulu. Masa2 yg telah lama aku tinggalkan. Masa lalu yg penuh dengan kenangan dan menyenangkan. Bagiku masa kecilku sangat mengesankan, masa2 yg kuhabiskan bersama orang-orang yg sangat mencintaiku. Hari2 yg aku habiskan bersama teman2 komplek RPKAD pada masa itu, karena ayahku bekerja sebagai abdi negara. Yah ….. aku bermain bersama teman2 yang hanya kenal keceriaan saja. Yang ada hanyalah bermain dan bermain.
    Betapa besar anugerah Tuhan, anugerah pengalaman masa kecil yang begitu mengesankan. Pengalaman itu akan tetap terpatri dalam ingatanku, sampai kapanpun.
    Dan sekarangpun dalam keseharian aku berkecimpung dengan dunia anak2. Dan aku rasa itu tidak jauh beda dengan pengalaman masa kanak2ku, dunia anak dunia yang tanpa beban dan menyenangkan.
    Dengan begitu aku tidak perlu repot2 lagi untuk merindukan lagi masa kecilku, karena saat inipun aku sudah menjadi bagian dari masa anak-anak itu sendiri ….

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: