Monthly Archives: June, 2014

ANSOS (ANALISIS SOSIAL)


FOKMIM

Pengertian Ansos

Analisis =peng-uraian, pengupasan, peng-kajian, telaah(penelaahan)

Sosial=Social=berMasyarakat (segala sesuatu yang berkenaan dengan masyarakat)

Ansos adalah to describe/description (untuk menggambarkan) sebuah permasalahan social “Soccer is simple. It’s difficult to play simple”. “Sepakbola adalah sederhana. Namun, untuk bermain sederhana itu yang sulit”. Sama halnya dengan Ansos ini, “Ansos sangatlah sederhana. Namun, untuk memahami Ansos (menyederhanakan dalam memamahaminya) yang sulit”,

Analisis sosial adalah usaha untuk memperoleh gambaran lengkap mengenai situasi/realitas sosial atau masalah social secara objektif-kritis dengan menelaah kaitan-kaitan histories, structural, kultural dan konsekuensi masalah.

Analisis sosial akan mempelajari struktur sosial, mendalami fenomena-fenomena sosial, kaitan-kaitan aspek politik, ekonomi, budaya dan agama. Sehingga akan diketahui sejauh mana terjadi perubahan sosial, bagaimana institusi sosial yang menyebabkan masalah-masalah sosial, dan juga dampak sosial yang muncul akibat masalah social.

Mengapa perlu ansos?

Disekitar kita banyak sekali fenomena dan problem-problem sosial,

Apa itu Problem-problem Sosial ? (Soetomo, 2008)

  • Suatu kondisi yang tidak diinginkan oleh sebagian besar warga…

View original post 615 more words

Cerita Seru ku, yang tidak Saru :D


1970 an .Aku yang dilahirkan pada masa orde baru, tak merasakan beratnya jaman Belanda, meski aku dapat cerita dari nenekku. Aku juga tidak merasakan jaman Orde lama dengan akhir G 30 S PKI, meski inipun aku dapat cerita dari orang tuaku.
Masa kecilku bahagia, di desa yang masih penuh sawah, serta sungai yang mengalir jernih. Tiap hari mandi di sungai, bahkan aku lebih mahir berenang lebih dulu daripada membaca. Tentu dengan gaya bebas orang desa. Hidupku terasa mudah, kata orang ekonomi Indonesia sedang tumbuh pesat, aku rasakan tidak susah untuk makan (entah orang tuaku yang nyari nya :D) Continue reading →

Melalui Narsisme: Perkembangan Anak yang Ideal


Mini-esai ini bertujuan untuk memperluas pengertian kita tentang apa motivasi inti anak-anak (dan orang dewasa). Tampilan Freudian reduksionistik berlebihan, dan bahkan upaya yang lebih kontemporer untuk memperluas set apa yang dianggap sebagai motivasi inti tidak pergi cukup jauh. Konsep “narsisisme primer” secara khusus adalah istilah mendalam menyesatkan, karena pada intinya itu menunjukkan asumsi egosentrisme sebagai tema dominan. Harus diakui, ini adalah faktor pada orang muda, tapi poin yang perlu dicatat adalah bahwa egosentrisme beroperasi hanya sebagian. Ada dinamika lain yang berinteraksi dan sama-sama penting! Continue reading →

Curhat? Yuk, Mari Sini…


Neny: Up, Close, and Personal

Saya orang yang bermasalah. Banyak. Begitu banyak sampai kadang-kadang pengin tutup mata, menghindar, supaya tidak depresi. Tapi siapa sih orang yang tak punya masalah di dunia ini. Kecil atau pun besar, tiap orang punya masalah. Tapi Tuhan Maha Adil. Pastilah Dia tahu betul apa yang membuat saya bahagia, sehingga bisa menjadi positif untuk menyelesaikan masalah-masalah saya. Atau Dia mengirimkan sesuatu yang membuat saya untuk sejenak bisa melupakan masalah-masalah saya. 

Dari sekian banyak hal yang bisa membuat saya positif adalah ketika orang memilih saya sebagai tempat untuk menceritakan masalahnya. Tuhan itu Maha Lucu dalam menantang saya dengan mengatakan “helloooooooo, Neny! Lihat nih, ada orang yang punya masalah lebih rumit dari kamu. Ayo, coba kamu bisa bikin apa buat dia!” 

Terkadang saya bingung juga, lha wong saya ini bukan orang yang sukses menyelesaikan masalah. Ada beberapa masalah saya yang sampai saat ini masih status quo atau malah status penyelesaiannya tidak jelas. Bahkan…

View original post 506 more words

Menurutmu, Mengapa Buku Peter Drucker tidak Jadi Referensi Kuliah Manajemen?


Nasihat Bijak

Aneh, seorang yang diakui sebagai “The Father of Modern Management” (ini kata Phillip Kotler kalau tidak salah) ternyata tidak ada di daftar referensi kurikulum kuliah manajemen.

Aku mengenal nama Peter Drucker sekitar 10 tahun yang lalu. Ketika itu aku hanya mendengar selentingan namanya disebutkan pada sebuah sesi pelatihan.

Suatu ketika di pekerjaanku, aku diangkat menjadi manajer. Aku yang tidak pernah mengenal manajemen selain obat, harus segera belajar.

Aku pun mencari buku Drucker di internet. Aku download. Aku membacanya. Walaupun masih ada yang tidak kumengerti, aku menilai bahwa Peter Drucker adalah seorang pakar manajemen.

Dan aku pun terusik untuk mencari tahu apakah kuliah manajemen juga menggunakan buku-bukunya sebagai referensi. Aku juga akan mencari bukunya yang dijadikan referensi kuliah untuk kupelajari.

Tapi hasilnya sungguh mengherankan. Dari sekian banyak buku panduan, tidak ada satu pun karangan Drucker di sana. Dan itulah yang mengusik keingintahuanku.

Bukunya yang berjudul “Management” menurutku seperti ensiklopedia manajemen yang…

View original post 36 more words

“I Stand on the Right Side”… Really?


Neny: Up, Close, and Personal

AVA dukungan Intan Jeanie AVA dukungan Intan Jeanie

Beberapa hari ini beberapa orang di media sosial ramai-ramai mengganti AVA-nya dengan gambar yang mendukung salah satu pasangan calon presiden-wakil presiden. Tidak ada masalah sih dengan hal ini, wong masa kampanye sudah resmi dimulai beberapa hari yang lalu dan orang tentu bebas mau mendukung capres yang mana. Patut dicatat pula, saya tidak bermaksud berkampanye untuk salah satu capres. Buat saya, kampanye untuk pemilihan presiden tahun ini sudah sampai pada tahap yang berlebihan, bahkan mengganggu, saking riuh rendahnya, sehingga saya memutuskan untuk tidak membahas pemilihan presiden di akun media sosial saya.

Tapi, terlepas dari riuh rendahnya kampanye, yang membuat saya terganggu tiap kali melihat gambar dukungan itu adalah penggunaan bahasa Inggrisnya. Contohnya seperti gambar di samping ini. Bukannya mau sok tahu soal bahasa Inggris, tapi bolehlah saya membagi sedikit dari apa yang saya pelajari secara disiplin ilmu selama beberapa abad dasawarsa terakhir ini.

Jadi ada masalah apa dengan…

View original post 1,098 more words

Kesadaran Nonverbal


Apa lagi yang bisa saya sebut kewaspadaan mental perilaku nonverbal sendiri. Ada orang-orang yang memperhatikan penampilan mereka tentang make – up, potongan rambut, pakaian , tetapi hanya sedikit orang memperhatikan cara mereka berperilaku: Periksa postur, sudut mata, lamanya kontak mata, kecenderungan untuk tersenyum atau cemberut, dll. Biarlah menjadi sebuah kategori, Anda periksa sebanyak apakah Anda terbuka (untuk cowok) – apabila itu wanita periksa untuk menghindari rasa malu?
Kategori lain yang telah saya sadari adalah modulasi suara agar sesuai dengan ukuran ruangan dan jarak ke audien. Banyak orang yang seharusnya lebih baik tahu menjadi terbiasa untuk berbicara pelan atas berhadapan satu lawan satu, dan mereka tidak tahu atau tidak peduli untuk menaikkan ( “Proyek ” ) suara mereka di seminar, dalam konferensi. Seolah-olah mereka tidak menyadari dari cara mereka berbicara , hanya memikirkan apa yang ingin mereka katakan. Tapi itu sebuah artefak fokus pada konten, logosentrisme, Berapa banyak kata-katanya, dan apakah atau tidak mereka diartikulasikan dengan baik, diucapkan dengan jelas, atau terdengar namun tidak ada perhatian dan / atau keluar dari kesadaran pembicara. Ini adalah bentuk dihapuskan kesadaran -yaitu , penolakan terhadap kecenderungan inner-child’s (jiwa kanak-kanak) untuk berbicara terlalu keras. Seolah-olah ada yang dorongan diri sendiri.
Dalam hal ini , lihat paper on nonverbal communication di website saya, dan surat-surat terkait. Jadi, untuk alasan ini saya tertarik untuk merajut beberapa elemen kesadaran nonverbal menjadi melek psikologis, mungkin diinformasikan oleh kegiatan tari dan terapi gerakan.

 

Diterjemahkan bebas dari:
“Nonverbal Awareness”
Originally posted on November 13, 2012 oleh Adam Blatner

Petunjuk Kepercayaan dan Nilai-Nilai Bersama


Sebuah buku yang baru-baru ini diterbitkan oleh Prof Mark Pagel, ahli biologi evolusi di University of Reading di Inggris, berjudul Wired for Culture: Asal-usul Pikiran Sosial Manusia (London dan New York: WW Norton, 2012). Saya terkesan dengan kesimpulannya :
” Kunci (untuk pesan buku ini) adalah memberikan atau entah bagaimana, membuat antar orang-orang, petunjuk yang lebih kuat, kepercayaan dan nilai-nilai bersama, daripada yang lain yang disarankan oleh petunjuk yang sangat tidak tepat dari etnis atau perbedaan budaya yang kita gunakan sepanjang sejarah kita, dan kemudian mendorong kondisi yang memberi orang memiliki (rasa) tujuan bersama dan bersedia berbagi ” Jadi, mari kita membongkar sedikit bahwa: Continue reading →

Kamus Bahasa Gaul Singkatan Inggris


Dimensi Pikiran


Saya telah membaca buku Prof Alan Lightman tentang esai dengan judul, “The Accidental Universe,” (2013, Pantheon Books) dan apa yang terjadi kepada saya adalah bahwa dalam berbicara tentang kompleksitas Kerusakan-pikiran mengenai ukuran materi, itu semua energi misterius, penulis tetap dihilangkan (tampaknya) faktor yang paling jelas: pikiran. Atau mungkin dia mengakui bidang ini, tetapi dalam pemikiran saya gagal untuk memberikan bobot yang cukup. Pikiran, subjektivitas, dan juga – ilusi ini juga perlu diperhitungkan. Continue reading →

%d bloggers like this: