Alternatif Pendidikan Dasar dalam Membangun Karakter


Saya mau berbagi apa yang saya dapatkan di Group Linkedin (Psikodrama Indonesia) yang dituliskan oleh Pak Andrew Jansen, yang dapat menjadi alternatif Pendidikan Dasar dalam Membangun Karakter :

Helen O’Grady adalah lembaga pendidikan non formal yang bertujuan mengembangkan potensi diri dan menggali kreativitas anak dengan memanfaatkan cara drama yang relaks dan penuh imajinasi. Helen O’Grady berbeda dari sanggar drama umumnya. Wadah ini tak bertujuan menciptakan atau melatih anak untuk menjadi seorang bintang panggung drama, sinetron, maupun film. “Meski begitu, tak tertutup kemungkinan bila di kemudian hari mereka juga bisa menjadi bintang drama dan semacamnya.

KURIKULUM LENGKAP
Anak-anak kemudian akan dikelompokkan dalam dua kelompok usia yaitu 5-8 tahun dan 9-12 tahun. Tim pengajar terdiri atas tiga orang dengan latar belakang bidang drama dan guru telah menjalani training atau pelatihan khusus. Mereka juga secara berkala selalu mendapatkan pelatihan.

Semua program dibuat menyenangkan. Kurikulumnya mencakup berbagai hal, di antaranya:

1. Speech
* Tim pengajar melatih keterampilan pengucapan, dalam hal ini bibir, dan lidah. Anak juga diajarkan untuk bisa membuka mulut dengan baik. Tujuannya supaya pengucapan menjadi jelas, dapat berbahasa Inggris dengan baik dan mudah dipahami orang lain.

* Anak-anak juga melakukan latihan pernapasan. Tujuannya supaya ketika berbicara di depan umum bisa lantang atau kuat. Jadi tanpa menggunakan mikrofon pun suaranya bisa terdengar dengan baik oleh para hadirin. “Semua latihan itu dilakukan untuk mengasah kemampuan artikulasi.”

2. Creative movement and dance drama
Anak-anak mengasah kemampuan gerak dan koordinasi badan diiringi musik atau lagu. Kurang lebih ada sekitar 30 gerakan yang diajarkan. Selain itu, anak belajar untuk mengekspresikan dirinya melalui gerakan tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Aktivitas ini dilakukan dengan suasana santai dan menyenangkan. “Masalahnya anak-anak selama ini lebih banyak duduk, misalnya waktu di rumah nonton teve atau main game, di sekolah juga, kan, lebih banyak duduk.”

3. Structured improvisation
Anak juga belajar untuk berimprovisasi membayangkan sesuatu dan mengembangkannya. Misalnya, membayangkan saat berjalan-jalan di pantai lalu menginjak sesuatu yang licin. Anak belajar membayangkan hal-hal abstrak dan meresponsnya sesuai persepsi masing-masing. “Daya imajinasi abstrak anak-anak kelihatan masih kurang. Mengasah imajinasi juga penting untuk pembelajaran di sekolah terutama saat mempelajari ilmu-ilmu abstrak.”

4. Dialogue development
Anak-anak dilatih untuk mengembangkan kemampuan ekspresi. Salah satu caranya adalah mengembangkan dialog. Pengajar memberikan gambaran awal sebuah cerita. Kemudian anak-anak diminta untuk meneruskan cerita tersebut. Anak dituntut untuk berpikir mengembangkan dialog sesuai dengan apa yang ada di benaknya. Aktivitas ini juga dapat mengasah kemampuan kognitif anak. Untuk itu biasanya dibagi ke dalam kelompok yang terdiri atas 4 orang. Setiap kelompok berdiskusi membahas kira-kira bagaimana jalan cerita yang akan disusun.

5. Mini scripts
Kegiatan diselenggarakan seminggu sekali selama satu jam. Dalam satu tahun program ini dibagi menjadi 4 terms. Satu terms terdiri atas 10 minggu. Nah, pada akhir terms kedua, anak-anak diminta untuk tampil dengan melakukan presentasi atau mini scripts di depan para orang tua. Kegiatan ini disebut parent presentation. Kemudian, di akhir terms keempat, diselenggarakan “pertunjukan besar” yang disebut fullly scripted production. Setelah menjalani kurikulum selama setahun anak-anak mendapatkan sertifikat.

Demikian mari kita implementasikan

dituliskan oleh:
Pak Andrew Jansen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: