TAWA DI BAWAH GUYURAN AIR HUJAN #GORESANKU 11


Saat itu, hujan begitu lebatnya seperti tercurah dari langit hingga memaksa kami berteduh di bawah kanopi dekat lobby sebuah pusat perbelanjaan. Seorang anak perempuan berumur sekitar 6 tahun dengan rambut merah yang indah dan wajah yang manis, bersama ibunya berjalan keluar dari dalam mall.

Kami semua menunggu hujan reda. Ada yang sabar ada juga yang gusar karena mereka harus buru-buru meneruskan perjalanannya.

Aku selalu terpukau saat melihat hujan turun. Aku selalu melihat langit yang mencurahkan air menghapus debu dan kotoran di bumi. Ingatanku juga kembali ke waktu masih anak-anak, bermain hujan di luar rumah. Ingatan yang sejenak menghapus segala kekhawatiran hidup.

Di tengah bermacam perasaan dari orang yang menunggu hujan reda, suara Gadis Kecil itu memecah keheningan yang segera menyedot perhatian dari semua orang,

“Ma,….Ayo kita menerobos hujan!” katanya.

“Apa?” kata Ibunya.

“Ayo kita menerobos hujan!” kata Gadis Kecil itu mengulangi permintaannya.

“Tidak sayang. Kita akan menunggu sampai hujan sedikit reda.” jawab Ibunya.

Gadis Kecil itu menunggu beberapa saat dan berkata lagi,

“Ma,… Ayo kita menerobos hujan!”

“Kita bisa basah kuyup, sayang…” kata Ibunya.

“Tidak, kita tidak akan basah kuyup, Ma. Ini kan seperti yang Mama katakan tadi pagi.” kata Gadis Kecil itu sambil menarik tangan Ibunya.

“Tadi pagi?…. Kapan Mama bilang kalau kita menerobos hujan kita tidak akan basah?”

“Apa Mama lupa? Waktu bicara sama Ayah, Mama bilang, “Jika Tuhan menolong kita melewati masalah ini, maka Tuhan akan menolong kita melewati masalah apa pun!”

Semua orang yang yang sedang berteduh mendadak terdiam. Saat itu kami tidak mendengar suara apa pun kecuali bunyi hujan yang turun. Sunyi senyap. Tidak ada yang beranjak dalam beberapa menit.

Si Ibu terhenyak, beberapa saat mendengar perkataan anak perempuannya. Orang akan menertawakannya jika dia mendebat perkataan itu. Mungkin yang lain akan mengabaikannya. Tetapi ini adalah saat yang sangat menentukan dalam kehidupan seorang anak, di mana kepercayaan yang sudah diajarkan kepadanya diuji. Apabila kepercayaan ini terbukti, akan berbuah menjadi sebuah keyakinan hidup nantinya.

“Sayang, kamu benar sekali. Ayo kita lari menerobos hujan. Jika TUHAN menginjinkan kita basah kuyup, yang kita perlukan hanyalah mandi dan mencuci baju.” kata ibunya.

Mereka berdua lalu berlari menembus hujan. Kami semua mengamati, tersenyum dan akhirnya tertawa saat melihat mereka berlari menuju ke mobil melewati hujan dan genangan air. Mereka menutupi kepala dengan tas plastik belanjaan, tetapi tetap saja tubuh mereka basah kuyup. Tetapi di tengah suara hujan, sepanjang pelarian menuju mobilnya, kami mendengar suara teriakan dan tawa mereka, seperti saat anak-anak bermain hujan.

Dan akhirnya Aku pun mengikuti jejak mereka. Aku berlari menembus hujan, yang aku butuhkan hanyalah mandi dan mencuci baju ……

**Keadaan dan lingkungan dapat merampas apa yang kita miliki, mereka mengambil uang kita dan mereka mengambil kesehatan kita. Tetapi tidak ada seorang pun yang dapat merampas kenangan berharga kita. Jadi, jangan lupa untuk menciptakan waktu dan mengambil kesempatan membuat kenangan setiap hari.

Ditulis kembali oleh :

Catharina Tyas Kusumastuty

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: