Cara Memberikan Pemahaman Peserta bahwa Pelatihan Kita Bermanfaat


Bagaimana kita mengajak peserta mengetahui bahwa apa yang kita latihkan bernilai untuk waktu yang mereka berikan? 

Kita bertemu dengan berbagai macam peserta pelatihan dan masuk ke berbagai proyek pelatihan. Beberapa peserta akan melihat pelatihan sebagai sebuah refreshing dari kesibukan rutin sehari-hari. Dan hal ini dapat menyebabkan mereka menganggap pelatihan kita seperti pelatihan biasa yang membosankan. Hal ini kadang terjadi saat pelatihan upgrading atau pelatihan upskill. Adakah pendapat lain mengenai hal ini?

Amy Rose Abello Communications Coach at arvato Bertelsmann)

Hi Amy ,

Melanjutkan pernyataan diatas, saya biasanya membagi peserta lokakarya dalam tiga kategori. Ada kemungkinan bahwa banyak kelompok tidak setuju dengan saya tentang klasifikasi ini, karena tidak ada bukti ilmiah di balik itu (setidaknya dalam pengetahuan saya ) tapi berdasar yang saya alami, saya berbicara tentang hal itu di sini.

1 . Tahanan : Mereka yang dipaksa untuk hadir dalam lokakarya oleh HRD atau Atasannya, dan tidak tertarik berada di sana sama sekali.

2 . Berlibur : Mereka yang ada di sini karena mereka merasa bahwa segala sesuatu yang lain lebih baik daripada bekerja di kantor dan tentu saja, makanan dan minuman gratis, menjadi kesepakatan manis bagi mereka.

3 . Relawan : Mereka yang memahami nilai pelatihan dan berada di sini karena mereka melihat paling tidak kesempatan untuk tumbuh , menggunakan apa yang mereka pelajari dalam lokakarya ini.

Kelompok peserta yang terdiri dari junior terlihat memiliki lebih banyak Jenis Relawan dan meningkat semakin senior semakin banyak Jenis Tahanan terlihat. Selain itu, apabila ada lebih banyak jenis Tahanan dalam kelompok, Mereka akan terus memberikan pengaruh buruk kepada yang lain dengan berbagai cara.

Sekarang di sinilah terletak tantangannya – bagaimana menjual kesempatan ini sebagai trainer/fasilitator untuk mengkonversi Tahanan/Berlibur menjadi Relawan ? Ini tidak akan terjadi hanya dengan berharap atau dalam pengalaman saya, meminta mereka untuk menjadi peserta atau memberitahu mereka tentang nilai program. Ini tidak berhasil!

Tapi selama bertahun-tahun , saya telah menemukan bahwa banyak pikiran berkecambuk di sebagian besar peserta saat memasuki ruang pelatihan, dan sebagian cenderung melihatnya sebagai beban, sesuatu yang membosankan bagi mereka. Cara saya untuk mengambil tekanan dari pikiran mereka adalah dengan memberikan hal yang menyenangkan , humor, dan berinteraksi, serta membuat aktivitas peserta satu sama lain sebagai teman daripada rekan kerja.

Tentu saja, karena saya bekerja lebih di arena soft-skill sekarang , oleh karena itu tidak begitu sulit bagi saya untuk membentuk program sesuai mood kelompok, tetapi saya telah mencoba dalam sebuah lokakarya pelatihan yang merupakan proses serius juga, dan itu bekerja dengan baik bagi saya.

Setelah peserta terlibat dalam kelompok, menjadi tidak begitu sulit untuk menyampaikan pesan program kepada peserta, dan akhirnya dapat memenuhi tujuan program.

Ini sepertinya terlihat manipulatif , tetapi sebagai fasilitator itu merupakan tanggung jawab saya untuk membuat pihak tidak terlibat menjadi sepenuhnya terlibat, dan membuat mereka mengambil langkah-langkah mereka berikutnya secara sukarela. Selanjutnya ketika perubahan telah terjadi , dan bahkan mereka yang hadir sebagai Tahanan/Rombongan Wisatawan belajar untuk terlibat. Akhirnya, secara perlahan namun pasti proses pembelajaran terjadi, dan semua keluar dari tempat pelatihan setelah mendapatkan banyak dari prosesnya.

Pelajaran yang saya dapatkan, saya tipe seseorang yang cukup serius, dan juga melakukan pekerjaan saya dengan sangat serius, tapi aku harus belajar untuk menjadi ” lucu dan humoris ” dengan sangat cepat sebagai bagian dari keterampilan fasilitasi saya, meskipun bukan hal yang mudah bagi saya.

… dan itu adalah bagaimana saya menyampaikan “nilai pekerjaan” (value/manfaat) yang saya lakukan kepada peserta.

Prabhaker N Thakur

Mind Coach / Trainer / Facilitator — Independent Professional — Owner REPROMIND

 

 

Diterjemahkan bebas dari diskusi di Group Linkedin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: