ANTRE ADALAH PAHLAWAN SOSIAL


Antre menjadi aktifitas sehari hari yang sering kita dilakukan, bisa jadi tiap hari kita harus lakukan; di jalan raya bila lalulintas padat dan jalan sedang dalam perbaikan, di loket pembelian tiket tranportasi umum pesawat atau kereta api, di bank untuk giliran dilayani transaksi ataupun dilayani informasi layanan atau complain, di pusat pembelanjaan saat pembayaran di kasir, di pintu lift waktu masuk kantor di gedung bertingkat, dsb.

Kita sering merasa kesal, dan jengkel bila ada orang menyerobot antrean tanpa merasa bersalah, atau bahkan kita sendiri yang menyerobot antrean? Kita sering tidak sabar untuk mengantre sehingga terjadi kemacetan di jalan, kekacauan di tempat pembelian tiket, keributan di kasir pusat pembelajaan.

Pernah terjadi kebakaran gedung bertingkat dengan banyak korban jiwa, ditemukan jenasahnya bergerombol di dekat pintu keluar, disimpulkan mereka berebut untuk segera keluar lewat pintu itu.

Permasalahan tersebut tidak akan terjadi apabila orang-orang tertib mengantre.

Oleh karena itu orang yang bersedia tertib mengantre adalah Pahlawan Sosial.

Mengapa kita menyerobot?

Mengapa kita tidak sabar untuk mengantre?

Kita paham bahwa setiap orang ingin cepat dilayani, sehingga urusan segera selesai, selanjutnya dapat melakukan tugas lainnya.

Sayangnya kesadaran untuk mengantre masih rendah. Hal ini tidak hanya karena tidak adanya konsekuensi bagi yang tidak antri, namun juga tidak adanya upaya yang serius dari berbagai pihak untuk meningkatkan kesadaran mengantre.

Saya tidak ingin terjebak mencari sebab dan mencari siapa yang harus disalahkan. Saya lebih mementingkan solusinya segera. Salah satu solusinya adalah, menjadikan Antre pelajaran wajib, bagi setiap orang di semua jenjang pendidikan, dari Pra Sekolah hingga Perguruan Tinggi. Pelajaran Antre di sekolah ini mendaratkan Pendidikan Karakter yg sering digembar-gemborkan. Di dalam tindakan antre ada nilai Kesabaran dan Kepedulian Sosial, suatu nilai yang utama dalam hidup bermasyarakat yang beradab

Tujuan dari Pelajaran Antre ini, adalah membudayakan antre di masyarakat, dan ditunjukkan di perilaku sehari – hari.

Bersediakah kita memulai budaya antre dari diri kita masing-masing juga? Sambil menunggu pihak-pihak yang berwenang menjadikan Antre sebagai Pelajaran Wajib di semua Jenjang Pendidikan Sekolah.

3 responses

  1. ning.tyas@yahoo.co.id | Reply

    Saat melakukan aktivitas antre, anak-anak tampak seneng2 aja tu, kelihatan sekali tanpa beban. Walaupun ada satu dua anak yg nyerobot, ya namanya anak2 memang begitulah. Tapi setelah diberi pengertian, mereka juga ngerti kok dan mau ikut antre lagi.

    Like

  2. ya,…anak anak yang memiliki hati yang masih bersih, lebih mudah melakukan hal yang baik….. dapatkah diceritakan bagaimana perasaan anak-anak itu saat antre?

    Like

  3. ning.tyas@yahoo.co.id | Reply

    Mantap !!!!! kalau budaya tersebut terlealisasikan, damailah bumi ini. Perlu diketahui nih ……. tanpa disadari anak2-ku juga sudah belajar itu lho. Sebagai contoh: berbaris dulu sebelum masuk kelas, antri saat cuci tangan sebelum makan bersama. Aku rasa itu juga sudah masuk dalam pendidikan budaya antri walaupun tarafnya masih sederhana. Jadi bisa dong anak2 tersebut dikatakan sebagai PAHLAWAN SOSIAL …….

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: