Monthly Archives: September, 2013

Pengembangan Spontanitas Mengasah Kreativitas : Ketrampilan Abad 21


Ada kebutuhan untuk keterampilan ini dalam dunia yang cepat berubah. Pada waktu yang lalu orang-orang muda diajarkan hanya untuk mengikuti petunjuk, sekarang mereka diharapkan tidak hanya berpikir untuk diri mereka sendiri, tetapi juga berinovasi. Kami telah menemukan bahwa kunci untuk kreativitas adalah Improvisasi, dan Pengembangan Spontanitas adalah Pelatihan Improvisasi. Continue reading →

Advertisements

Tiga Kecerdasan Menuju Karakter Anak Yang Kuat (Studi Kasus Pembelajaran Di SD Islam Istiqomah, Ungaran, Semarang)


celoteh wohingati

1. Intelligence Quotient
Dalam mencapai kesempurnaan di ketiga aspek tersebut, sekolah menerapkan beberapa strategi. Untuk mencapai kesempurnaan di didang intelligence, sekolah memberikan kegiatan pembelajaran yang aktif, memungkinkan anak untuk mengembangkan ide dan pikiran mereka. Namun 90 % teknik yang dipergunakan untuk masih dengan teknik ceramah. Tututan orang tua yang menginginkan anak-anak mereka memiliki nilai tinggi, pembelajaran di Istiqomah pun tidak berbeda dengan sekolah-sekolah baik negeri maupun swasta yang lain. Sekolah memberikan materi pelajaran dengan intensif, apalagi pembelajaran di kelas VI. Materi yang diberikan adalah materi-materi yang bersifat pengulangan (drill). Dalam hal ini, intelligence quotient merupakan salah satu manefestasi dari olah tubuh anak.
Olah tubuh fisik diberikan melalui beberapa ekstra kurikuler di bidang olah raga. Anak-anak dengan kelebihan di bidang olah raga dibimbing dan dituntun sehingga mampu mengenali kemampuan yang sebenarnya.

2. Spiritual Quotient
Kecerdasaan yang menjadi sangat penting juga adalah spiritual. Spirtual menjadi urgent dalam kaitannya membentuk kepribadiaan anak. Kecerdasan…

View original post 346 more words

Seputar Perubahan Iklim


celoteh wohingati

Industraliasasi di negara-negara berkembang dan maju mendorong naiknya pola-pola konsumtif orang. Pola hidup yang konsumtif terus berkembang seiring dengan naiknya kebutuhan hidup modern. Pola hidup konsumtif yang tidak ramah lingkungan memicu naiknya kosentrasi Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfer.

Aktivitas-aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan, terutama yang berhubungan dengan penggunaan bahan bakar fosil (minyak bumi dan batu bara) serta kegiatan lain yang berhubungan dengan hutan, pertanian, dan peternakan memperburuk kondisi di atmosfer. Aktivitas manusia di kegiatan-kegiatan tersebut secara langsung maupun tidak langsung menyebabkan perubahan komposisi alami atmosfer. melihat kenyataan tersebut, manusia berperan sekali dalam meningkatnya suhu secara global. aktivitas manusia seperti penggunaan bahan bakar untuk keperluan rumah tangga, menjalankan mobil berbahan bakar, menggunakan eneri listrik, memproduksi barang-barang menghasilkan carbon yang sangat besar.

Pola hidup konsumtif yang mengharuskan manusia untuk mengonsumsi lebih mengakibatkan timbulan sampah yang juga penghasil gas methane. penggunaan kendaraan yang berlebihan memproduksi carbon dengan jumlah banyak. Penggunaan pupuk…

View original post 430 more words

%d bloggers like this: