CARI MUKA ADALAH SKILL…???


sebuah diskusi yang diawali pertanyaan oleh Kinki Rovelt Vinsensius Sitorus :

” knp org yg cari muka yg tidak ada isinya lbh banyak dikasih kesempatan drpd orang yg tidak bisa mencari muka yg punya keinginan kuat u/ dpt lebih? pdhal saya sering mendengar cari muka itu adlh skill ?”

…dan mengalirlah kristal-kristal pemikiran para praktisi. kusalin disini agar lebih banyak yang terlibat berdiskusi,….

Syahrezal .Simple sih pak Kinki, karena mereka menunjukkan keinginan dan ketertarikannya dan mampu menjual diri untuk mendapat promosi. Ya memang ini merupakan skill mirip sales menjual produk🙂 Untuk menjadi anggota DPR saja orang perlu menunjukkan keinginan dan niat baiknya dahulu untuk membantu rakyat baru kemudian dia dipilih oleh rakyat. Kalau anda tidak menunjukkan keinginan dan niat baik anda mana mungkin orang mengetahui keinginan anda tersebut.

Ada kasus seorang karyawan ditawari berbagai peluang oleh atasannya. Sebelum promosi tentu si atasan perlu menguji dahulu dengan barbagai tugas tambahan. Si karyawan bersikap ogah-ogahan seolah tidak begitu tertarik dengan tantangan tugas tambahan. Kemudian ada karyawan lain yang menawarkan diri kepada si atasan, entah ini disebut cari muka atau bukan. Memang kualifikasinya tidak sebaik karyawan pertama tetapi dia mau belajar dan dengan senang hati menerima tawaran tersebut. Pada akhirnya karyawan kedua yang dipromosi dan yang pertama tidak. Yang pertama kemudian protes kenapa bukan dia yang dipromosi, si atasan kaget kemudian balik bertanya, kenapa anda seperti tidak tertarik ketika diberi tantangan baru? Saya pikir anda tidak menyukai promosi tersebut🙂

Banjar Edi SatotoSalam kenal sebelumnya
setuju sekali cari muka adala skill, entah itu sesuai atau tidak yang pasti “umumya” seorag pemimpin umumnya memiliki pengalaman serta skill yang lebih dan juga kemauan untuk maju juga lebih sehingga dalam menentukan mana yang harus dipromosikan juga memilih orang yang memiliki kemauan lebih dari pada kemampuan lebih, karena hanya dengan kemampuan lebih tapi kemauan pas2san kerja jadi “ogah2han” dan hasil biasanya juga tidak maksimal, beda dengan orang yang memiliki kemauan lebih meski pada awalnya banyak kegagalan namun karena kemauanya keras dia akan terbiasa belajar melebihi batas kemapuan. bukankah salah satu ciri orang yang sukses adalah orang yang selalu berusaha menembus batas diri dan berusaha lebih dari yang ia bisa.

Abdul AzizSaya setuju dengan pendapat pak Reza dan Pak Edi, saya sebagai pekerja didunia perkebunan, mau tidak mau harus mampu menjual diri agar pimpinan melihat kita. Tentunya setiap individu mempunyai caranya masing-masing untuk memperoleh perhatian pimpinan. Ada yang hanya menjual omongan juga ada yang menjual hasil kerjanya.
Saya pilih yang nomor 2, menjual hasil kerja saya dengan cara yang wajar (bukan hanya kepada pimpinan tetapi juga kepada rekan kerja) sehingga jualan kita diakui semua pihak.

Riyan PermadiSepakat bahwa cari muka adalah skill, namun tentunya itu bukan skill yg positif dalam bekerja.

Karena menurut saya, cari muka beda dengan ‘berani tampil’, walapun terlihat beti (beda tipis). Cari muka menurut KBBI adalah berbuat sesuatu dng maksud supaya mendapat pujian atau sanjungan (dr atasan atau orang lain). Sedang berani tampil malah lebih jarang mengharap pujian, justru harus siap dengan kritik atau perbaikan.

Berani tampil adalah sifat yg lumayan langka di pekerja Indonesia dan masyarakat pada umumnya. Bisa dibuktikan dengan mudah yaitu saat training, sekolah atau meeting, kursi yg penuh duluan cenderung bagian belakang. Padahal semua orang tahu, di barisan depanlah informasi lebih mudah diterima dan kesempatan berinteraksi lebih tinggi.

Semua pekerja punya keinginan kuat untuk dipromosikan, banyak yg merasa pantas dipromosikan, namun hanya sedikit yg berani menunjukan bahwa dirinya pantas dipromosikan.

Sayangnya orang Indonesia banyak yg mencap/menuduh orang yg berani tampil itu sama dengan cari muka. Tentu saja orang yg mencap/menuduh orang lain tanpa pembuktian (apalagi kalau tidak sesuai kenyataan) itu sama saja fitnah, dan pasti sakit sekali bila difitnah. Saya rasa hal ini yg sering menciutkan keberanian masyarakat kita pada umumnya untuk tampil.

Sartono Suwarnospertinya budaya carmuk itu peninggalan orba, kalau sekarang lebih ke profesional

Samsur AlamCari muka adalah skill, ya setuju bila untuk pekerjaan seperti seorang saleman tapi bila dalam promosi jabatan adalah kemampuan yang negatif. Tapi harus diakui memang itulah yang banyak terjadi di tempat kerja. Tapi semoga HRD melihat kemampuan profesional karyawan dari pada “mulut” seseorang.

Syahrezal .Bahasa cari muka ini kadang sulit diinterpretasikan karena seperti yang dikatakan pak Riyan kalau ada orang yang berani tampil maka orang yang tidak suka mengatakan dia cari muka. Padahal orang yang mengatakan cari muka itu belum tentu berani tampil seperti dia. Demikian juga jika ada atasan memiliki masalah kemudian ada anak buah yang menawarkan bantuan yang lain kadang bilang mmmh.. dia pintar cari muka.. bukankah menolong sikap yang baik, kenapa di-cap cari muka jika kita sendiri enggan atau sulit membantu. Dalam konteks yang positif maka berani tampil, proaktif, suka membantu dengan ikhlas, atau menonjolkan prestasi/ide bukanlah sifat yang buruk. Namun kadang sering dijatuhkan oleh orang lain yang kurang suka dengan dia dengan sebutan “cari muka”.

Tetapi kalau cari muka dalam konotasi negatif, banyak berbicara tetapi sedikit isinya (tong kosong bunyinya nyaring) tentu bukanlah hal yang baik. Tetapi biasanya atasan bisa membedakan mana yang cari muka secara positif atau negatif🙂

Yadi WidjajaYang menjadi trend umum ialah kita tidak mau tampil dan menerima tugas lebih.

Akhirnya apapun kemampuan/potensi yang dimiliki tak pernah dipakai, akibatnya perusahaan tidak dapat melihat kelebihan kita dan memperlakukan sama dengan yang lain yang tidak memilki kemampuan/potensi. Sayang sekali….

Anise Nursyamsunumpang ngobrol…

dibilang ‘ cari muka ‘ menurut saya karena orang hanya melihat dari satu sisi dan iri kenapa dia bisa sedekat itu dengan atasan. Saya lebih melihat bahwa ini hanya masalah bagaimana kita bisa berkomunikasi dengan baik di setiap level orang disetiap pekerjaan….agar kita bisa terima dan tentunya bisa di dengar aspirasinya. Di pekerjaan saya semua saya dekati & saya pelajari ‘ gaya ‘ mereka agar saya bisa menyampaikan masukan…saya berusaha jadi diri sendiri….tetap open minded….dan satu hal yang selalu saya pegang adalah saya tidak menjatuhkan orang lain…ini murni saya lakukan agar pekerjaan saya dan team berjalan lancar setiap harinya ….so far thats work…saya hanya ingin mereka mengenal saya….dengan begitu akan banyak terbuka pintu kesempatan untuk saya karena saya dianggap mudah diajak berkomunikasi & tidak ribet

…diskusi ini masih berlanjut di Group Linkedin Bursa Kerja Indonesia…
silahkan bila ingin melanjutkan juga disini.

terima kasih

…mari berbagi demi membangun negeri….

2 responses

  1. ning.tyas@yahoo.co.id | Reply

    Kata cari muka si sering saya dengar …. untuk tanggapan banyak orang pastinya cenderung ke sisi buruknya saja. Bisa jg dikatakan …. bila dilihat dari segi positifnya “cari muka itu adalah skill”. Kata tsb bisa diperhalus dg kata ” pandai mengambil hati “.
    Dalam arti,di hadapan atasan orang bisa menunjukkan tindakan atau pekerjaan yg positif dan cemerlang dalam situasi yg penting tanpa ada tendensi lain atau merugikan orang . Sebaiknya kita bisa membedakan, kalau mencari muka itu biasanya suatu tindakan meninggikan diri sendiri dan dijalankan pada saat tertentu saja. Nah dengan demikian kita bisa benar2 melihat potensi yg ada pada diri seseorang ………

    Like

  2. budi haryanto | Reply

    saya melihat nya adalah sebagai hal yg positive…adalah suatu usaha untuk “meningkatkan frekwensi ber komunikasi langsung ” khusussnya ke Direct Manager yg di lakukan any time any where dengan materi yg di sesuaikan kondisi………….kalau kemudian mereka itu lebih di berikan kesempatan lebih baik itu adalah buah nya…………so biasanya yg tdk diberi kesempatan labih baik akan mengatakan
    ………dia sih pandai cari muka…

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: