Mensikapi Perilaku Negatif


Perilaku seseorang dapat membawa aura positif / negatif bagi orang2 disekitarnya. Tentunya ada rasa kebahagiaan tersendiri jika kita bisa memberikan aura positif itu untuk orang lain. Tapi tidak semua orang bisa berbuat semacam itu, bahkan sebaliknya. Perilaku negatif dapat memberikan dampak yang tidak baik bagi suatu komunitas. Bahkan dapat menjadikan suasana yang semula baik2 saja berubah menjadi tidak nyaman. Padahal dalam bekerja kita sangat membutuhkan kenyamanan.Bagaimana kita bisa bekerja maksimal jika suasana tidak mendukung. Yang ada hanya rasa saling curiga dan saling ingin menjatuhkan. Saya rasa hal semacam ini bisa dikatakan sudah tidak sehat lagi, dan hal ini tidak boleh dibiarkan. Karena bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain. Begitu sedikit comment dari kami, kami mohon masukan atau tip dari Bapak bagaimana cara menyikapi perilaku negatif seseorang. Terimakasih

chatarina tyas kusumastuty
September 25th, 2012 at 22:39

tanggapan ;
Makasi Bu, atas tanggapannya,
dan untuk pertanyaan, bagaimana cara menyikapi perilaku negatif seseorang?

aku malah jadi bertanya,… darimana datangnya pemikiran bahwa seseorang itu berperilaku negatif?
bukankah berpikir bahwa orang berperilaku negatif adalah perilaku negatif juga?
nah jadi…….???🙂

kalo aku sih meyakini bahwa orang berperilaku tertentu, pastilah memiliki alasan dan penjelasannya.

apabila perilaku yang ditunjukkan membuat orang (kelompok) menjadi tidak nyaman,……ini tidak mudah karena menyangkut orang lain (kelompok), … kemungkinannya menjadi banyak,…(bisa jadi lebih mudah menyalahkan orang itu, singkirkan, hukum, dll)…. jadi …untuk situasi ini,…aku membutuhkan fakta dan data konkrit …(harus hadir di tkp) …. aku …. merasakan,… kemudian baru melakukan sesuatu…… bisa jadi salah juga sih….hehehehe

kalo aku pribadi, (tidak melibatkan sikap kelompok) aku akan memaklumi, dan memberikan empati, yang kemungkinan besar dibutuhkan pada orang itu,……berharap kawan lain (kelompok) melakukan hal yang sama…dengan demikian orang tersebut dapat merasa nyaman dulu untuk memberikan alasan mengapa ia berperilaku ……yang membuat tidak nyaman kelompok………

biasanya orang merasa tidak aman/nyaman (takut),…..lalu berperilaku yang “mengajak” orang untuk merasakan juga tidak aman/nyaman (takut)…..

so…buat saja ia merasa aman dan nyaman, apapun yg ia lakukan…..sehingga…..putus lingkarannya…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: