Sudahkah dalam pekerjaan sehari-hari selalu berjalan dalam sebuah “KEBENARAN” ??

Biarlah saya dan saudara memilih KEBENARAN , meski sulit……
Dari pada kesalahan walaupun itu lebih mudah.
Biarlah saya dan saudara tidak puas dengan “SETENGAH KEBENARAN” bila KEBENARAN yang seutuhnya dapat dimenangkan…
Biarlah saya dan saudara berani dan tidak mengenal rasa takut bila KEBENARAN terancam…

Dapatkah kita berupaya dan belajar menjadi karyawan,atasan, dan bawahan yang selalu membawa sebuah KEBENARAN….???
hahaha…itu bukan puisi dan curhat….

Sederet kalimat diatas tiap pagi dilafalkan oleh para kadet militer di West Point, New York.
Semoga apa yg mereka lafalkan dapat menjadi inspirasi kita juga……

Kita seringkali dihadapkan pada situasi yang tidak bisa kita pilih. Kita tidak bisa dengan mudah memilih untuk pindah ke kota lain. Kita tidak bisa dengan mudah memilih untuk ganti pekerjaan. Kita juga seringkali tidak bisa leluasa memilih rekan kerja, klien, ataupun atasan kita. Tetapi, kita perlu ingat bahwa kita bisa memilih emosi kita, apalagi sebuah KEBENARAN.

Hal itu dapat kita implementasikan dengan cara:
1. Kesadaran Diri
Semua orang sudah pasti tahu mana yang baik dan yang jelek, mana yang benar dan yang salah, mana yang sesuai norma dan mana yang menyimpang. Pastikan kita fokus pada yang benar.

2. Pengendalian diri
Apakah perbedaan antara kesadaran diri dan pengendalian diri? Oh, saya pernah belajar tentang hal itu, luar biasa! Apakah Anda ingin tahu di mana saya belajar hal itu? Saya memasuki kantor dengan perasaan malas. Saya lama jika mengangkat telpon yg berdering, menunda penyelesaian pekerjaan beberapa kali dan itu bukan suatu berkat. Berminggu-minggu setelah melihat orang lain melakukan hal yang hampir sama, saya menjadi sadar bahwa apa yang saya lakukan tidak benar an menyebalkan untuk dilihat.Saya menjadi sadar bahwa saya harus berhenti, tetapi itu tidak berarti saya dapat berhenti hanya sedikit. Oh tidak, saya mengingatkan diri saya berkali-kali tentang betapa saya harus selalu segera menyelesaikan pekerjaan, karena saya menemukan perbedaan besar yang terjadi antara kesadaran diri dan pengendalian diri. Saya mengingatkan diri saya pada suatu pagi tentang bagaimana ”Saya menghabiskan hari ini dan BERUBAH dan memutuskan MENGHENTIKAN kebiasaan buruk saya,” Kita perlu kesadaran diri dan pengendalian diri.

3.Kesadaran Sosial
Hubungan yang benar tergantung pada pengetahuan tentang kemampuan kita yang terbaik bukan saja siapa diri kita tetapi siapa orang lain itu. Apa yang membuat hal tersebut sulit adalah sering kali kita berpikir kita sudah mengenal orang itu, kesukaannya dan apa yang tidak disukai, sasaran dan tujuannya, bahkan kadang-kadang apa yang dipikirkan dan dirasakannya.

Mari jadikan lingkungan kerja kita yang SEHAT, BERTUMBUH dalam sebuah KEBENARAN…

Have nice weeked……

HARTONO SWANOPATI

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: