50 Tips untuk Siswa Magang


Ingatlah! Selain pendidikan Anda, cara transisi paling penting dari siswa menjadi profesional adalah Magang. Ini adalah pengalaman kerja kolaboratif dengan para profesional di bidang yang Anda minati dengan penekanan pada proses belajar dan bukan produktif. Hal ini dapat menjadi komitmen full time atau part time, untuk satu semester atau saat liburan. Dalam pasar tenaga kerja yang sangat kompetitif saat ini, berbagai pengalaman magang sangat diharapkan oleh calon pemberi kerja. Tanpa hal-hal tersebut, anda dalam kondisi yang sangat tidak menguntungkan. Jangan menunggu sampai saatnya tiba, dan baru anda sadari bahwa anda tidak memiliki pengalaman di bidang yang anda minati. Magang adalah bagaimana anda dapat memastikan nilai jual anda.

  1. Tentukan dengan jelas tujuan magang di depan. Pastikan dengan setidaknya 5 hal yang ingin anda dapatkan dari pengalaman ini.
  2. Carilah magang berbayar yang juga menawarkan kuliah-kredit (terhitung dalam kredit mata kuliah),  tetapi yang paling penting memilih salah satu yang akan memberikan Anda pengalaman yang terbaik.
  3. Hindari magang di mana Anda hanya melakukan tugas-tugas yang berulang-ulang untuk sebagian besar waktunya. Banyak pekerjaan rutin. Belajar dari mereka.
  4. Pilih magang yang mengajarkan Anda sesuatu yang mungkin bernilai bagi Anda di masa depan.
  5. Jelajahi organisasi/Perusahaan yang menarik bagi Anda, dan jika perlu, membuat  rencana magang sendiri dan mengusulkan rencana itu ke perusahaan.
  6. Dapatkan deskripsi pekerjaan secara rinci, komunikasi apa yang diharapkan dari Anda. Ketahui kriteria keberhasilan untuk magang Anda.
  7. Berpakaian bukan untuk di mana Anda berada, tetapi untuk di mana Anda ingin menjadi. Penampilan menentukan.
  8. Tetapkan rencana kerja. Luangkan waktu segeral dengan atasan Anda dan petakan tujuan magang.
  9. Dapatkan kejelasan tentang pelatihan dan instruksi yang akan Anda terima tentang bagaimana melaksanakan pekerjaan Anda.
  10. Aturlah waktu kerja magang sepenuh mungkin dalam sehari (full-time). Lamanya waktu akan mengoptimalkan pengalaman Anda
  11. Jagalah jurnal magang dan memeriksanya setiap dua minggu. Evaluasi kembali tujuan Anda, harapan dan kinerja secara berkala.
  12. Ingatlah bahwa magang adalah proses belajar dari Pengalaman jangka pendek, Jika Anda tidak menyukainya, tetap saja ada pelajaran berharga yang bisa dipetik.
  13. Bangun reputasi Anda dalam beberapa hari pertama dengan sikap Anda. Setiap hari itu harus antusias dan selalu berpikir positip
  14. Tunjukkan bahwa Anda “cepat belajar.” Jadilah produktif dan efisien di awal magang Anda.
  15. Kelola atasan Anda. Tidak ada jaminan bahwa Anda akan mendapatkan yang baik. Hadapilah!.
  16. Tunjukkan bahwa Anda membutuhkan sedikit pengawasan. Mintalah umpan balik secara teratur.
  17. Berpikirlah dari perspektif atasan dan pemberi kerja. Tunjukkan dengan beberapa cara bahwa Anda dapat melebihi harapan mereka.
  18. Perhatikan gaya manajemen atasan Anda, budaya, rekan kerja dan bagaimana pekerjaan akan dilakukan.
  19. Bangun kepercayaan dengan atasan bahwa Anda bisa bekerja mandiri. Anda akan dihargai.
  20. Pahami sifat-sifat buruk atasan dan hindari saja hal tersebut
  21. Buatlah atasan Anda dan departemen terlihat baik. Itu tugas Anda.
  22. Cari mentor yang dapat memberikan bimbingan. Terkadang pengawas magang Anda tidak berguna, temukan orang yang akan berinvestasi di Anda.
  23. Berusahalah untuk menjadi mentee yang baik, “bertanya dan mendengarkan” harus menjadi fokus Anda.
  24. Teruslah bertanya apa yang perlu dilakukan, ambillah inisiatif saat yang tepat.
  25. Singsingkan lengan baju dan siaplah membantu bila memungkinkan. Ini akan membantu Anda menjalin ikatan dengan tim. Jauhi politik kantor.
  26. Memiliki integritas. Jika Anda mengatakan Anda akan melakukan sesuatu, penuhi  janji Anda. Jangan membuat alasan. Alasan tidak akan berguna Anda dengan baik.
  27. Kembangkan kemampuan komunikasi yang baik. Berkomunikasi, berkomunikasi dan berkomunikasi dan tingkatkan.
  28. Jadikan magang sebagai prioritas utama untuk pengembangan pribadi dan profesional.
  29. Bila terjadi wawancara saat kerja di lapangan dasarilah  pada latar belakang pendidikan, pengalaman, dan kegiatan ekstra kurikuler, tidak hanya berdasar IPK yang tinggi.
  30. Temui orang sebanyak mungkin baik secara internal maupun eksternal, dari hubungan jejaring  siapa pun bisa menjadi guru potensial.
  31. Berusahalah untuk mengurangi jumlah pekerjaan, bukannya buat masalah.
  32. Buktikan bahwa Anda dapat diandalkan dan jujur. Organisasi mengawasi Anda. Kelemahan dan kekuatan Anda akan dicatat.
  33. Datanglah setiap hari ON TIME dan siap untuk bekerja, Pulang lambat – itu terlihat baik.
  34. Buat “Business Card Resume” yang dapat Anda gunakan selama magang ketika Anda ingin membuat koneksi yang berharga.
  35. Tambahkan pengalaman magang ke Profil LinkedIn Anda. Pastikan untuk mendapatkan setidaknya satu rekomendasi di situs itu.
  36. Ingat, Pemberi akan mendapatkan! Hindari menjadi “Taker” (penerima) sepanjang waktu.
  37. Kembangkan kepribadian bertelepon yang profesional. Tunjukkan kepercayaan diri dan berorientasi melayani pelanggan.
  38. Magang yang “Hebat” sering diberikan tawaran pekerjaan, Magang yang “baik” , tidak.
  39. Bersemangatlah dan energik – orang akan melihat. Biasakan mengatakan “tolong” dan “terima kasih”. Itu semua tidak membayar.
  40. Ambillah sebanyak mungkin keterampilan atau keahlian teknis.
  41. Kumpulkan sebanyak mungkin sertifikat magang. SEKARANG adalah waktu untuk menjelajahi dan bereksperimen! Anda tidak akan punya waktu setelah lulus.
  42. Bawalah perspektif yang segar ke kantor, tapi jangan memaksa ide-ide Anda dan berisiko mengasingkan orang lain.
  43. Pahami value tiap orang, masukkan ke dalam kebiasaan-kebiasaan kerja yang sederhana. Ini proses yang panjang.
  44. Kelola reputasi Anda saat magang. Ini dapat membantu atau membahayakan pencarian kerja setelah Anda lulus. Permasalahan Referensi!
  45. Jaringan. Ini adalah strategi pencarian pekerjaan nomor satu. Lebih banyak koneksi semakin cepat Anda akan mendapatkan penawaran pekerjaan.
  46. Temui atasan magang Anda ketika pengalaman magang  sudah selesai,  diskusikan apa yang telah Anda pelajari dan mintalah saran untuk dapat melakukan perbaikan.
  47. Tulislah segera dengan tulus rasa terima kasih setelah magang selesai untuk mengekspresikan apresiasi Anda atas kesempatan yang diberikan.
  48. Revisilah resume Anda dengan magang terbaru di atasnya, mintalah saran profesional dari seorang konselor karir terlatih.
  49. Jadikan magang membentuk kembali dan mendefinisikan kembali tujuan karir Anda.
  50. Ambil segala sesuatu sebagai pelajaran (baik dan buruk) dan bergerak maju untuk magang atau kesempatan berikutnya

Karir Tip Dr Tom: “Apa yang kita pelajari untuk dilakukan, kita belajar dengan melakukan.” – Aristoteles

&&&&&&&&&

terjemahan bebas dari:
50 internship tips for students, May 24, 2012 at 2:05 pm by Tom Denham
Sumber dari Careers and Worklife

 

2 responses

  1. Terima kasih Pak Wuryanano,….

    Mari berbagi….:D

    Like

  2. Tulisan yang menarik, Pak Adi.

    Salam Luar Biasa Prima dari Surabaya,
    Wuryanano

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: