Efeknya Masih Bekerja Selepas Acaranya, Refleksi Psikodrama Bandung 251116


Awalnya, alasan saya mengikuti kegiatan psikodrama yang diadakan oleh pak Didik (begitu sapaan akrab pak Retmono Adi) adalah untuk mengenal lebih dalam tentang hal teknis dari psikdorama itu sendiri. Tidak terpikir di benak saya bahwa peserta akan diajak untuk mengalami efek dari psikodrama itu juga. Akhirnya setelah menghubungi pak Didik dan mendapat bocoran kegiatan yang akan dilakukan, saya semakin penasaran karena katanya akan full praktek pada hari H nanti. Ditambah lagi diminta membawa semacam kain, selendang, atau Pashmina. Semakin bertanya-tanyalah saya, bakal ngapain ya nanti?
Hari H pun tiba dan kegiatan diawali dengan berbincang-bincang tentang harapan apa yang ingin didapatkan dari kegiatan psikodrama dengan masing-masing peserta. Rata-rata harapannya mirip dengan saya, yaitu ingin mengenal lebih dalam tentang hal teknis dari psikodrama. Setelah pak Didik berkenalan secara umum dengan peserta, masuklah pada sesi perkenalan sesungguhnya. Continue reading →

Gila Amat Dia Milih Aku…..


Pada tanggal 25 oktober 2016 tepatnya hari selasa, kelas pada hari ini cukup spesial karena kedatangan tamu yakni seseorang yang ahli di bidang psikodrama. Saya berharap pada hari itu mendapatkan pengetahuan baru dan tentunya pengalaman baru. Tetapi kebetulan pada saat itu saya tidak enak badan sehingga tidak dapat terlalu fokus mengikutinya, di awal saya memberikan 70% diri saya untuk terlibat aktif dalam kelas hari itu.

Awalnya terasa boring dan takut diminta drama ini itu, karena saya tidak terlalu suka terhadap hal-hal semacam drama apalagi diminta memerankannya. Hal itu berubah sejak saya tahu apabila terdapat beberapa tahapan pada psikodrama ini, yakni terdapat warming up, action dan refleksi. Mulailah dengan warming up, dimana kami diminta membuat gerakan pada suatu situasi yang telah ditentukan, ya benar awalnya kami hanya melakukan gerakan yang monoton dan terkesan biasa aja, tapi setelah beberapa kali melakukannya saya pun terbiasa untuk melakukan gerakan yang bisa dibilang sedikit nyeleneh. Hal itu saya lakukan karena saya tahu bahwa teman-teman saya mulai nyeleneh juga.

Tak terasa waktu menunjukkan pukul 12.00 WIB dan kami masih berada di tahap warming up, dapat dibayangkan bagaimana lelahnya saya pada waktu itu. Tapi psikodrama juga dapat membawa saya senang karena tawa canda dari teman-teman yang cukup lepas sehingga saya terpengaruh untuk jadi seperti kondisi saya saat itu, yang cukup stress dengan skripsi dan tugas-tugas lain. Pukul 12.00-13.00 WIB kami diberikan waktu untuk istirahat makan siang, pada saat itu saya makan dengan beberapa teman saya mengomentari mengenai kelas tersebut, mayoritas mereka bilang menyenangkan tapi cukup melelahkan.

Pukul 13.00 kami memulai kelas lagi dengan tahap selajutnya yakni action, disitu diminta satu anak mewakili untuk menjadi protagonis (partner terapis). Saat itu teman saya ino yang menjadi protagonisnya, dan saya diminta untuk menjadi peran pengganti dirinya. Saya terkejut dan melongo mendengarnya, dalam hati saya berpikir “gila amat dia milih aku”. Disitu yang bisa saya ambil maknanya adalah kita dapat tetap memperhatikan hal kecil, dapat mennghargai orang lain, dan tetap percaya pada komunitas karena komunitas ini dapat menyimpan segala cerita yang telah diceritakan. Kelas berakhir cukup baik dan berkesan, saya mendapatkan banyak hal pembelajaran pada hari itu. Dapat juga mengenal teman-teman lainnya lebih dalam juga.

 

DR

Perubahan yang Semakin Terlihat


Mahasiswi berusia 21 tahun adalah seorang mahasiswi semester 7 di Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Teman-temannya sering memanggilnya dengan Cici (nama samaran). Cici adalah anak kedua dari dua bersaudara, ia memiliki kakak yang sudah menikah dan memiliki anak laki-laki berusia 10 bulan. Selisih umur Cici dengan kakaknya berjarak 6 tahun. jika dirumah ia sering dipanggil “Pao” asal mula panggilan itu karena waktu SMP pipinya sangat besar dan menyerupai makanan bakpao, selain itu ia juga suka sekali makan bakpao yang berisi babi. Continue reading →

Tidak Takut Berbuat Kesalahan


Pembelajaran yang saya dapatkan dari psikodrama yang telah dilakukan yaitu saya menjadi dapat mengenal diri saya sendiri lebih dalam seperti menyadari keberadaan saya dengan orang lain dalam lingkungan kehidupan sehari-hari saya, tanggung jawab saya, dan melihat pada diri sendiri apa yang salah dengan saya terlebih dahulu bukan menyalahkan orang lain. Kegiatan tersebut juga membuat saya menjadi lebih percaya diri dan lebih berani untuk mengemukakan pendapat saya karena secara tidak langsung dipaksa untuk berbicara dan melakukan hal-hal yang diluar dari zona nyaman saya. Continue reading →

Saya Flashback pada Masa Kecil Saya


Tanggal 25 Oktober 2016 pukul 08.00 WIB, saya mengikuti kelas Psikoterapi dan Rehabilitasi. Hari itu kuliah sedikit lebih spesial karena kelas diadakan sampai sore dan mengundang dosen tamu. Materi perkuliahan pada hari itu adalah Psikodrama, waktu saya mendengar psikodrama saya langsung teringat ketika saya bertemu dengan Ki Heru Cokro untuk penentuan pemain panggung boneka milik fakultas. Saya dan teman-teman diminta untuk membuat serangkaian cerita menggunakan benda-benda yang digunakan sehari-hari dan tidak boleh menjadi benda itu sendiri. Namun ternyata, psikodrama sedikit berbeda dengan apa yang saya bayangkan. Continue reading →

Senang dan Lega setelah Kelas Psikodrama


Pada hari Selasa, tanggal 25 Oktober 2016 saya mengikuti kelas psikodrama mulai dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore. Sebelum saya berangkat saya berpikir bahwa kelas psikodrama akan membosankan dan menuntut untuk mengekspresikan hal-hal yang tidak biasa saya lakukan. Oleh karena itu, awalnya saya merasa khawatir dan kurang semangat mengikuti kelas ini. Namun, ternyata setelah saya datang pada pagi itu, saya mengikuti kelas dan ternyata tidak seperti yang saya bayangkan. Kelas psikodrama yang dibawakan oleh Pak Adi terasa menyenangkan dan saya cukup senang mengikutinya. Di awal sesi, saya melakukan sosiometri dan hal – hal lainnya yang melatih saya untuk lebih berani mengekspresikan diri, yang mana tidak pernah saya lakukan sebelumnya. Saya merasa menjadi diri yang berbeda ketika mengikuti kelas ini, dimana saya merasa lebih berani, percaya diri dan bisa lebih dekat dengan teman-teman. Continue reading →

Pembelajaran Selama Mengikuti Kelas Psikodrama


Saya akan menceritakan kisah ketika saya mengikuti kelas psikodrama seminggu yang lalu. Awalnya saya berfikir kalau kelas psikodrama adalah kelas akting, dimana kami semua akan diberikan sebuah naskah dan mempraktekkan isi dari naskah tersebut. Namun ternyata apa yang saya pikirkan itu berbeda dengan yang terjadi saat kelas psikodrama, disana kami diminta untuk membuat sebuah gaya pohon yang berbeda dan tidak boleh sama satu sama lain. Awalnya saya merasa canggung dan malu untuk berpose seperti pohon, namun ketika saya melihat teman-teman melakukannya saya pun mencoba menyingkirkan perasaan malu dan mencoba masuk dalam psikodrama tersebut. Continue reading →

Refleksi Psikodrama Si Pemalu


Saya si pemalu dan tidak enak-an pada orang-orang di lingkungan yang menurutku kurang mendukungku dan selalu berharap adanya keajaiban untuk mendapatkan teman dekat se-fakultas. Jujur saja, saya kurang dekat dengan teman-teman yang berada dalam kelas ini. Saya selalu sungkan meskipun hanya dalam meminjam barang yang mereka miliki. Meskipun kami telah lama bersama dalam satu fakultas maupun kelas, saya belum merasakan kedekatan yang sebaiknya saya dapatkan bilamana dibandingkan dengan kedekatan mereka pada teman-teman yang lain. Continue reading →

Tugas Refleksi Kelas Psikoterapi dan Rehabilitasi – Kelas Psikodrama


Pada kelas psikoterapi dan rehabilitasi kali ini, saya memulai hari cukup pagi karena pada jam 8 pagi akan ada kuliah tamu psikodrama dari bapak Retmono Adi yang berasal dari luar kota. Pada awalnya saya pikir saya datang cukup telat dibandingkan dengan teman-teman lain, tapi ternyata saya datang pertama sebelum mereka. Pemikiran tersebut muncul karena biasanya pada jam pagi selalu terjadi kemacetan di jalan yang saya lalui. Sesampainya di kelas, saya langsung membantu ibu Erlyn mempersiapkan segala keperluan untuk kelas nanti. Continue reading →

Tugas Menulis Setelah Mengikuti Psikodrama


Selasa, 25 oktober 2016, aku melangkahkan kaki menuju lantai 10.. Awalnya aku merasa ogah untuk melangkahkan kaki di ruang relaksasi, 8 jam harus berkutat materi, sepintas itu yang terbayang dibenakku. Meski terpaksa, aku meyakinkan diri, semua akan berjalan menyenangkan (nggarepnya sih gitu). Pak Didik, begitulah aku memanggilnya, lengkap dengan ekspresi datarnya. Lewat beliau, aku menemukan istilah baru yang tidak pernah kudengar. Lewat beliau, aku meraih ilmu yang tak pernah kutau (agak alay kayaknya hehe). Menit demi menit berlalu, aku terlarut dalam tawa bersama mereka. Kami berbagi tentang apapun yang telah berlalu dan berlangsung. Menit demi menit berlalu, aku bahagia menghabiskan waktu bersama mereka. Continue reading →

%d bloggers like this: