Sebuah Gambaran #Goresanku 142


Ada seorang guru berbicara di depan peserta pertemuan. Tiba-tiba mengeluarkan selembar koran bekas yang bergambarkan peta daerah dimana Dia berceramah. Koran bekas bergambar peta itu disobek menjadi beberapa bagian.
Kemudian guru berkata:” Saatnya kita sayembara, siapakah diantara anda yang dapat menyusun kembali potongan-potongan gambar peta ini ? “.

Banyak peserta yang berminat ikut sayembara dan mencoba untuk menyusun potongan Koran tersebut. Sayang sekali tidak ada peserta yang mampu menyusun kembali.
Kebetulan ada seorang anak kecil maju dan minta ijin untuk menyusunnya. Dan guru tersebut mempersilakan.

” Guru …… bolehkah potongan Koran ini dibalik ? ” kata anak kecil itu.

Guru: ” Maksudnya yang ada gambar peta dibawah ?.”

Anak: ” Iya guru “.

Setelah semua potongan kertas itu diposisikan seperti yang diminta, anak itu diam. Sebentar mengamati potongan kertas berserakan itu. Lalu ia mulai merangkai dan dalam waktu yang singkat dapat menyelesaikannya.

Para peserta yang lain merasa heran.

Guru: ” Bagaimana kamu bisa menyelesaikan dengan waktu yang begitu singkat ?”. Sedangkan kamu tidak bisa melihat gambar peta itu.

Anak: ” Di balik gambar peta itu itu, saya melihat potongan gambar seorang manusia. Berdasarkan gambaran itu saya hanya mencoba merangkai gambar potongan manusia menjadi seorang manusia yang utuh “.

Pesan moral:

Dalam membangun institusi, lembaga, masyarakat, bangsa dan negara, bangun dulu manusianya bukan sebaliknya.

Kusuma, Juli 2018

Advertisements

Psikodrama adalah Action Method ; Terjemahan dari Wikipedia


Psikodrama adalah Metode Tindakan (Action Method), sering digunakan sebagai psikoterapi, di mana klien menggunakan dramatisasi spontan, bermain peran, dan presentasi diri yang dramatis untuk mengungkapkan dan mendapatkan wawasan tentang kehidupan mereka.

Psikodrama dikembangkan oleh Jacob L. Moreno, Psikodrama mencakup elemen teater, sering dilakukan di atas panggung, atau ruang yang berfungsi sebagai area panggung, di mana alat peraga dapat juga digunakan. Terapi Kelompok psikodrama, yang dilakukan di bawah arahan psikodramatis berlisensi, memperagakan kembali kehidupan nyata, situasi di masa lalu (atau proses mental batin), melakukan semua itu di masa sekarang. Peserta kemudian memiliki kesempatan untuk mengevaluasi perilaku itu semua, merefleksikan bagaimana insiden masa lalu dimainkan di masa sekarang dan lebih dalam memahami situasi tertentu dalam kehidupan mereka. Continue reading →

Kehidupan Profesional Jacob Moreno (1889 – 1974) Bapak Psikodrama


Jacob Levy Moreno (1889-1974) adalah seorang psikiater abad ke-20 yang mengembangkan terapi yang disebut Psikodrama.

Kehidupan Profesional

Jacob Moreno lahir pada 18 Mei 1889 di Bucharest, Rumania. Beberapa tahun kemudian, keluarga Moreno pindah ke Wina. Dia belajar kedokteran di Universitas Wina, mendapatkan gelarnya pada tahun 1917. Dia adalah seorang psikiater berpraktek dekat Wina antara 1918 dan 1925. Moreno menggunakan banyak pendekatan dalam terapi, termasuk psikodrama, sosiatri, sosiometri, dan psikoterapi kelompok. Continue reading →

Siapa yang Mendapatkan Manfaat dari Psikodrama?


Pendekatan psikodrama telah terbukti berhasil memfasilitasi pengungkapan emosi dan perasaan yang kuat. Selain itu juga telah terbukti menjadi pendekatan yang bermanfaat bagi individu yang bekerja lebih baik dengan melibatkan emosi mereka. Karena teknik ini menekankan tubuh dan tindakan serta emosi dan pikiran, teknik ini dianggap sebagai teknik holistik dan diyakini efektif untuk berbagai masalah. Individu yang mengalami kesulitan dengan hubungan, fungsi sosial dan emosional, trauma, perasaan kehilangan orang terdekat atau kecanduan, mengungkapkan bahwa pendekatan psikodrama sangat membantu.

Psikodrama mungkin juga bermanfaat bagi mereka yang didiagnosis dengan gangguan suasana hati, kepribadian, gangguan pola makan dan dihadapkan pada masalah identitas dan/atau citra diri negatif, karena teknik ini dapat memberikan mereka pengobatan dengan format dan suasana yang aman untuk mengkomunikasikan rasa sakit dan tantangan yang dihadapinya.

Satu penelitian menunjukkan psikodrama menjadi efektif dalam merawat gadis usia sekolah menengah yang mengalami trauma. Gadis-gadis yang berpartisipasi dalam penelitian melaporkan menjadi berkurang rasa cemas, depresinya, dan tidak lagi menarik diri setelah berpartisipasi dalam kelompok psikodrama selama 20 minggu.

Cuplikan dari:

https://www.goodtherapy.org/learn-about-therapy/types/psychodrama

Realisme Fiksi Indonesia


Belajar Realisme lagi,…

boemipoetra

oleh Saut Situmorang

Kritikus sastra Amerika MH Abrams mendefinisikan istilah realisme, seperti yang biasa dipakai dalam kritik sastra, atas dua pengertian besar: pertama, sebagai nama sebuah gerakan sastra historis di Barat abad 19, terutama seperti yang bisa dibaca dalam karya-karya fiksi yang dipelopori Balzac di Prancis, George Eliot di Inggris dan William Dean Howells di Amerika; dan kedua, sebagai terminologi atas sebuah gaya penulisan, yang bisa ditemukan pada zaman apa saja, di mana representasi kehidupan dan pengalaman manusia menjadi tujuan penulisan yang paling penting, terutama seperti yang dicontohkan oleh karya-karya para sastrawan gerakan sastra di atas.

Fiksi realis biasanya dibedakan dari fiksi romantik. Roman (romance) dianggap berusaha menggambarkan kehidupan seperti yang kita mimpikan: lebih menyenangkan, penuh petualangan, lebih heroik dibanding kehidupan sebenarnya; sementara fiksi realis menggambarkan imitasi yang akurat atas kehidupan seperti apa adanya. Fiksi realis berusaha memberikan gambaran kehidupan dan realitas sosial seperti yang dikenal oleh pembaca umumnya…

View original post 1,829 more words

Obrolan Generasi X tentang Generasi Z, yang Anggap Agama Paling Penting


Tulisan ini berdasar obrolan di WA, karena menarik maka aku ingin bagikan juga di sini. Semoga bermanfaat.

+ Apakah krn dekontruksi tdk juga menawarkan solusi, lalu kembali ke religi?

– Lha.. Itulah… Mungkin juga sudah terlanjur jadi bangsa ‘konsumtif’, tapi tidak punya daya cipta.. Mungkin ‘kehampaan’ itu yg membuat kembali menguatkan ‘identitas religi’…atau.. Itu sebagai sebentuk defends mechanism kolektif juga bisa.. Defends atas dunia digital yg kian mengglobal Continue reading →

Pengalaman Pelatihan Psikodrama di Jakarta “Jangan terlalu keras pada diri sendiri”


Perkenalkan, saya Hanifah Dasnia. Teman-teman lebih senang memanggil saya dengan Ipeh. Saya adalah pengajar di suatu lembaga pendidikan nonformal (Rakids BACA) di daerah Tebet, Jakarta Selatan. Saya ingin berbagi sedikit pengalaman saya setelah mengikuti pelatihan Psikodrama yang diadakan di tempat saya bekerja. Langsung saja, cuusssss……..

Dengan mengikuti pelatihan Psikodrama ini saya menjadi mengerti bahwa kita melakukan sesuatu yang beda dan tidak mengikuti stigma atau kebiasaan yang ada adalah sebuah hal yang sah-sah saja. Selama ini saya selalu membandingkan diri saya dengan orang-orang disekitar. Setelah saya membandingkan, saya merasa diri saya tidak memiliki apa-apa yang bisa dibanggakan. Padahal, harusnya saya menjadi diri saya sendiri, mengoptimalkan apa yang saya punya. Saya adalah saya, bukan dia atau bahkan mereka.

Continue reading →

Bagaimanakah Tips Memilih Youth Camp yang Baik? (untuk Mengisi Liburan Sekolah Anak Remaja Kita)


Anak adalah investasi masa depan! Memang, anak bukanlah barang. Tetapi, sebagai orang tua kita bertanggung jawab untuk masa depannya. Sekaligus, merekalah yang akan menjadi penerus sekaligus pewaris masa depan kita. Karena itulah, tak mengherankan dengan anak-anak kita berusaha memberikan yang terbaik.

Belakangan ini, ada mulai bermunculan camp bagi anak remaja. Mulai dari camp yang mengajarkan teknik belajar, teknik berbicara hingga membangun mental karakter yang baik. Banyak yang dikelola dengan bagus dan berkualitas. Ada juga yang tujuannya sangat komersial sehingga dalam prosesnya banyak hal yang dikorbankan. Akibatnya, bukannya manfaat yang diperoleh. Justru anak menjadi kapok dan kemudian merasa sia-sia. Continue reading →

Psikodrama Melatih Saya Menjadi Wanita Berani….


Hallo…
Perkenalkan Saya Putri,
Saya seorang pengajar yang kurang lebih sudah 5 tahun bekerja sebagai guru. Saya menjadi guru karena impian saya memiliki sebuah ruang kreativitas anak-anak dengan beragam kreasi yang dapat dibanggakan.
Dan Alhamdullillah saya mendapatkan pelatihan khusus di tempat kerja saya yang sekarang, bernama Creativkids Tebet, Jakarta Selatan.
Saya beruntung diberikan pelatihan khusus oleh Owner saya pelatihan ini disebut “PSIKODRAMA”. Awal mula, saya takut apa itu Psikodrama apakah itu hal magic atau tes kepribadian tertulis lainnya?? Adanya rasa penasaran, saya mencari tahu dari youtube maupun media sosial lainnya, karena ini hal baru bagi saya. Continue reading →

Kesan-kesan Mengikuti Psikodrama, Berani untuk Jujur pada Diri Sendiri


Pertama kali saya mendengar tentang psikodrama Indonesia adalah dari teman seperjuangan, guru, dan inspirator saya, yaitu Ms. Christine. Kesan pertama yang muncul di benak saya dari cerita-ceritanya adalah “penasaran”. Ms. Christine menggambarkan psikodrama sebagai peluapan emosi kita yang terpendam selama ini, baik positif maupun negatif. Bisa membantu kita untuk lebih mengenal diri sendiri juga.

Apakah bentuknya seperti hipnosis?

Terapi? Continue reading →

%d bloggers like this: